Kelayakan rusunawa Depok disesuaikan harga sewa

Selasa, 09 April 2013 - 17:23 WIB
Kelayakan rusunawa Depok...
Kelayakan rusunawa Depok disesuaikan harga sewa
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok mulai mengoperasikan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) pada 27 April 2013 nanti. Namun sejauh ini, fasilitas di sana masih dinilai belum layak. Di antaranya akses jalan yang masih belum optimal, Penerangan Jalan Umum (PJU) yang kurang, dan juga air bersih yang hanya tersedia dua kali sehari.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengaku seluruh fasilitas telah layak karena disesuaikan dengan harga.

"Kalau dikatakan layak dibanding dengan istana ya enggak layak. Sebulan kan Rp150 ribu, Rp200 ribu, Rp250 ribu. Kalau sebulan Rp500 ribu baru deh dianggap enggak layak. Saya dulu di pesantren seminggu dua kali baru dapat air bersih. Kalau PJU sudah. Tinggal jalan yang belum," ungkapnya kepada wartawan di Balaikota, Selasa (09/04/2013).

Terkait perbaikan rusunawa, hal itu sudah dikomunikasikan ke pemerintah pusat untuk disempurnakan. Perbaikan yang dilakukan yakni khusus tower I saja. "Mereka sudah membenahi beberapa kekurangan perbaikan. Khususnya tower I saja, II dan III belum," jelasnya.

Idris menambahkan, pemerintah kota akan menambah anggaran dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2014 untuk mengoptimalkan rusunawa. Namun Idris mengakui memang akses jalan menuju rusunawa belum optimal.

"Tinggal jalan yang belum. Katanya sedang diproses. Karena anggaran yang diberikan APBD hanya untuk mengecat rusunawa saja, memang harus pakai ABT tertutama untuk optimalkan PJU," tandasnya.

Rumah susun yang berlokasi di Jalan Banjaran Pucung, Kelurahan Cilangkap, Tapos, Depok itu sebenarnya dibangun mulai 2003 oleh Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Rusunawa itu berdiri di atas tanah seluas 1 hektar dengan tiga menara empat lantai. Setiap menara masing-masing memiliki 96 kamar. Namun, setelah selesai pembangunan 2007, tiga bangunan itu tidak diperhatikan dan mangkrak.

Setiap lantai menara memiliki dua deret kamar yang masing-masing deretannya terdapat 12 kamar. Ukuran kamarnya seragam yaitu 7x3 meter persegi dengan rincian, 3x5 untuk ruang tamu dan 3x2 untuk toilet dan dapur.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alternatif Hunian Murah,...
Alternatif Hunian Murah, Ribuan Hunian di Rusunawa Pasar Rumput Siap Dihuni, Segini Harga Sewanya
Pj Gubernur Heru Tanggapi...
Pj Gubernur Heru Tanggapi soal Pegawai Rusunawa Marunda Diduga Terlibat Penjarahan: Harus Ditindak Tegas Nggak Ada Cerita
Ups! Ada Dugaan Pungli...
Ups! Ada Dugaan Pungli di Rusunawa Lette dan Panambungan
Rencana Penambahan Rusunawa...
Rencana Penambahan Rusunawa Sasar Wilayah Antang dan Tallo
Basuki-Erick Duet Bangun...
Basuki-Erick 'Duet' Bangun Rusun Tiga Tower di Rawa Buntu
Hasil Investigasi Pungli...
Hasil Investigasi Pungli Rusunawa Lette dan Panambungan Ada di Tangan Kadis Perumahan
Berita Terkini
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
22 menit yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
35 menit yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
1 jam yang lalu
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
1 jam yang lalu
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
2 jam yang lalu
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved