Minyak di Asia mixed jelang laporan AS
Rabu, 10 April 2013 - 12:57 WIB
Minyak di Asia mixed jelang laporan AS
A
A
A
Sindonews.com - Setelah di perdagangan pagi turun, harga minyak di Asia hari ini mixed, karena kehati-hatian pasar menjelang laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei turun 30 sen menjadi USD93,90 per barel pada perdagangan sore (waktu setempat). Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 14 sen menjadi USD106,37.
Sebelumnya, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei turun 24 sen menjadi USD93,96 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei turun 12 sen menjadi USD106,11.
"Cautious Dealer mereposisi untuk laporan persediaan AS setelah terjadi reli harga. Sikap pasar untuk sementara wait and see," ujar Ric Spooner, kepala analis pasar CMC Markets di Sydney, seperti dilansir dari Global Post, Rabu (10/4/2013).
Analis memperkirakan Departmen Energi AS akan melaporkan peningkatan pasokan yang mencerminkan melemahnya permintaan di ekonomi terbesar dunia itu sehingga menempatkan tekanan harga ke bawah.
Seperti diketahui, harga terus naik pada awal minggu ini didorong ekuitas Jepang yang kuat, inflasi China terjaga dan melemahnya dolar AS.
Pemerintah China kemarin melaporkan, Indeks Harga Konsumen (PCI) negara itu naik 2,1 persen pada Maret 2013, jauh di bawah 10 bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen pada Februari, dan di bawah 2,4 persen dari perkiraan para analis.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei turun 30 sen menjadi USD93,90 per barel pada perdagangan sore (waktu setempat). Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 14 sen menjadi USD106,37.
Sebelumnya, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei turun 24 sen menjadi USD93,96 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei turun 12 sen menjadi USD106,11.
"Cautious Dealer mereposisi untuk laporan persediaan AS setelah terjadi reli harga. Sikap pasar untuk sementara wait and see," ujar Ric Spooner, kepala analis pasar CMC Markets di Sydney, seperti dilansir dari Global Post, Rabu (10/4/2013).
Analis memperkirakan Departmen Energi AS akan melaporkan peningkatan pasokan yang mencerminkan melemahnya permintaan di ekonomi terbesar dunia itu sehingga menempatkan tekanan harga ke bawah.
Seperti diketahui, harga terus naik pada awal minggu ini didorong ekuitas Jepang yang kuat, inflasi China terjaga dan melemahnya dolar AS.
Pemerintah China kemarin melaporkan, Indeks Harga Konsumen (PCI) negara itu naik 2,1 persen pada Maret 2013, jauh di bawah 10 bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen pada Februari, dan di bawah 2,4 persen dari perkiraan para analis.
(dmd)
Lihat Juga :