IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan
Kamis, 11 April 2013 - 08:07 WIB
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah katalis negatif yang sempat mewarnai pelemahan pada perdagangan kemarin tampaknya akan turut berimbas pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini yang berpotensi melemah.
"Setelah mengalami penurunan kemarin, kami memperkirakan investor juga akan mulai melakukan akumulasi di bawah (buy on weakness) pada saham bluechip," ujar analis riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (11/4/2013).
Pelemahan yang mungkin terjadi tersebut, lanjut dia, agaknya sedikit menjauhkan IHSG untuk mencapai cita-citanya di level 5.000. Dia memproyeksikan, IHSG hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan kisaran support-resistance 4.836-4.903.
IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin ditengah menguatnya bursa regional. Investor global tampaknya optimistis akan hasil kinerja kuartal/2013 yang bagus, berhasil mengangkat bursa Amerika Serikat.
Inflasi China yang mulai turun dari level tertingginya selama 10 bulan juga diperkirakan mengurangi tekanan akan adanya kebijakan pemerintah China untuk melakukan pengetatan kredit. Hal ini yang memberikan dorongan naik untuk harga komoditas.
"Untuk 2-3 pekan ke depan, hal utama yang akan menjadi perhatian investor global adalah hasil kinerja keuangan kuartal I/2013," tegas Purwoko.
Disisi lain, dia melihat pergerakan IHSG masih dibayangi oleh bola liar dari wacana kebijakan BBM yang rencananya akan diluncurkan pemerintah, seperti konsumsi BBM bersubsidi yang semakin meningkat, mengancam defisit anggaran tahun ini.
"Selain itu, pasar juga menanti kebijakan dan pandangan BI terkait BI rate, yang akan diumumkan hari ini sehubungan dengan inflasi yang cenderung tinggi beberapa bulan terakhir," tutur dia.
"Setelah mengalami penurunan kemarin, kami memperkirakan investor juga akan mulai melakukan akumulasi di bawah (buy on weakness) pada saham bluechip," ujar analis riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (11/4/2013).
Pelemahan yang mungkin terjadi tersebut, lanjut dia, agaknya sedikit menjauhkan IHSG untuk mencapai cita-citanya di level 5.000. Dia memproyeksikan, IHSG hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan kisaran support-resistance 4.836-4.903.
IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin ditengah menguatnya bursa regional. Investor global tampaknya optimistis akan hasil kinerja kuartal/2013 yang bagus, berhasil mengangkat bursa Amerika Serikat.
Inflasi China yang mulai turun dari level tertingginya selama 10 bulan juga diperkirakan mengurangi tekanan akan adanya kebijakan pemerintah China untuk melakukan pengetatan kredit. Hal ini yang memberikan dorongan naik untuk harga komoditas.
"Untuk 2-3 pekan ke depan, hal utama yang akan menjadi perhatian investor global adalah hasil kinerja keuangan kuartal I/2013," tegas Purwoko.
Disisi lain, dia melihat pergerakan IHSG masih dibayangi oleh bola liar dari wacana kebijakan BBM yang rencananya akan diluncurkan pemerintah, seperti konsumsi BBM bersubsidi yang semakin meningkat, mengancam defisit anggaran tahun ini.
"Selain itu, pasar juga menanti kebijakan dan pandangan BI terkait BI rate, yang akan diumumkan hari ini sehubungan dengan inflasi yang cenderung tinggi beberapa bulan terakhir," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :