BI: Revisi pertumbuhan ekonomi ada positifnya
Kamis, 11 April 2013 - 16:34 WIB
BI: Revisi pertumbuhan ekonomi ada positifnya
A
A
A
Sindonews.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Moneter, Hartadi Sarwono mengatakan, ada sisi positif dari revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 menjadi 6,2-6,6 persen dari sebelumnya 6,3-6,8 persen.
"Sisi positifnya adalah kegiatan ekonomi Indonesia ada autonomic adjustment (penyesuaian diri secara otomatis) sehingga kita lihat komponen-komponennya terjadi moderasi dengan sendirinya. Jadi bukan mengalami penurunan karena perekonomian secara keseluruhan bisa meng-adjust," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Dia mengatakan, apabila perekonomian tumbuh secara signifikan terus menerus tanpa melihat kondisi ekonomi global, juga bisa memberikan dampak negatif. "Jadi revisi ini kami melihat secara positif," tegasnya.
Hartadi juga menjelaskan, pemilu 2014 dan tahun politik 2013 juga bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Karena konsumsi masyarakat meningkat sehingga berdampak positif.
"Pemilu seperti yang sudah-sudah mempunyai dampak positif, selama dua tahun nanti (2013 dan 2014) biasanya ada pertumbuhan ekonomi sehingga penurunan pertumbuhan tadi hanya bersifat moderasi," tutupnya.
"Sisi positifnya adalah kegiatan ekonomi Indonesia ada autonomic adjustment (penyesuaian diri secara otomatis) sehingga kita lihat komponen-komponennya terjadi moderasi dengan sendirinya. Jadi bukan mengalami penurunan karena perekonomian secara keseluruhan bisa meng-adjust," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Dia mengatakan, apabila perekonomian tumbuh secara signifikan terus menerus tanpa melihat kondisi ekonomi global, juga bisa memberikan dampak negatif. "Jadi revisi ini kami melihat secara positif," tegasnya.
Hartadi juga menjelaskan, pemilu 2014 dan tahun politik 2013 juga bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi. Karena konsumsi masyarakat meningkat sehingga berdampak positif.
"Pemilu seperti yang sudah-sudah mempunyai dampak positif, selama dua tahun nanti (2013 dan 2014) biasanya ada pertumbuhan ekonomi sehingga penurunan pertumbuhan tadi hanya bersifat moderasi," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :