Rupiah sore ini kembali menguat
Kamis, 11 April 2013 - 17:02 WIB
Rupiah sore ini kembali menguat
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari keempat pekan ini kembali menguat (terapresiasi) terimbas ditahannya BI rate pada level 5,75 persen.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) berhasil naik 4 poin dari Rp9.692 per USD menjadi Rp9.688 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini melonjak ke level Rp9.706 dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp9.718 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup pada level Rp9.715 per USD dengan kisaran harian di Rp9.690-9.716 per USD.
Pengamat valas, Rahadyo Anggoro Widagdo mengatakan, yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah keputusan BI yang mempertahankan BI rate di level 5,75 persen dan cadangan devisa yang semakin turun. Per 28 Maret 2013, cadangan devisa tercatat sebesar USD104,8 miliar atau lebih rendah dibandingkan akhir Februari 2013 sebesar USD105,18 miliar.
"Penurunan cadangan devisa ini merupakan konsekuensi dari langkah intervensi rupiah yang dilakukan oleh BI," tutur dia di Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Selain itu, penguatan rupiah juga didukung oleh sentimen regional, dimana sentimen positif tersebut adalah tingkat impor China yang naik melampaui estimasi pada Maret.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) berhasil naik 4 poin dari Rp9.692 per USD menjadi Rp9.688 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini melonjak ke level Rp9.706 dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp9.718 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup pada level Rp9.715 per USD dengan kisaran harian di Rp9.690-9.716 per USD.
Pengamat valas, Rahadyo Anggoro Widagdo mengatakan, yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah keputusan BI yang mempertahankan BI rate di level 5,75 persen dan cadangan devisa yang semakin turun. Per 28 Maret 2013, cadangan devisa tercatat sebesar USD104,8 miliar atau lebih rendah dibandingkan akhir Februari 2013 sebesar USD105,18 miliar.
"Penurunan cadangan devisa ini merupakan konsekuensi dari langkah intervensi rupiah yang dilakukan oleh BI," tutur dia di Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Selain itu, penguatan rupiah juga didukung oleh sentimen regional, dimana sentimen positif tersebut adalah tingkat impor China yang naik melampaui estimasi pada Maret.
(rna)