Swiss siap bangun Konjen di Makassar

Kamis, 11 April 2013 - 17:27 WIB
Swiss siap bangun Konjen...
Swiss siap bangun Konjen di Makassar
A A A
Sindonews.com - Hubungan dagang antara Swiss dengan Sulwesi Selatan (Sulsel) akan semakin erat. Swiss memilih Makassar sebagai tempat pembangunan Konsulat Jenderal (Konjen) di Indonesia.

Sulsel dipilih karena daerah ini dinilai sebagai kawasan menjanjikan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kepastian pembangunan Konjen Swiss di Makassar itu terungkap saat Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Heinz Walker Naderkoom menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (11/4/2013).

"Penempatan Konjen di Sulsel untuk mendekatkan kerja sama antara pemerintah Sulsel dengan pemerintah Swiss," kata Heinz kepada wartawan usai melakukan pertemuan tersebut.

Dia mengaku, memilih Sulsel karena melihat pertumbuhan ekonomi dan kesempatan berinvestasi di daerah ini sangat menjanjikan. "Kita melihat Sulsel sebagai daerah yang sangat maju di Indonesia. Apalagi pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi," ujarnya.

Pihaknya mengakui, pemerintah Swiss sempat akan menempatkan Konjen di Medan, Sumatera Utara. Namun, setelah melihat kondisi dan kemajuan ekonomi Sulsel, pemerintah Swiss pun berubah pikiran. "Pertengahan tahun ini kita sudah bangun," katanya.

Menurut Heinz, pemerintah Swiss sangat tertarik mengembangkan perdagangan hasil perkebunan, terutama komoditas kakao. Daerah ini memang dikenal sebagai lumbung kakao nasional. Kakao merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Eropa.

Kehadiran Konjen Swiss di Makassar ini disambut baik oleh Syahrul. Hal ini akan semakin menjadikan Sulsel dan kawasan timur Indonesia sebagai tujuan investasi dunia.

"Ini sangat baik bagi kemajuan Sulsel, ini menandakan bahwa daerah kita memang menjanjikan," kata Mantan Bupati Gowa dua periode itu seraya mengatakan, Pemprov Sulsel akan menyiapkan perangkat untuk mewujudkan Konjen Swis di Makassar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved