Bunga bank 2015 diperkirakan lebih kompetitif

Kamis, 11 April 2013 - 19:23 WIB
Bunga bank 2015 diperkirakan...
Bunga bank 2015 diperkirakan lebih kompetitif
A A A
Sindonews.com - Suku bunga bank di Indonesia pada 2015 diperkirakan akan lebih kompetitif dibandingkan nilai suku bunga bank saat ini. Penyesuaian suku bunga diperkirakan terjadi pasca diberlakukannya ASEAN Aconomic Community (AEC) pada 2015.

Deputi Direktur Kajian Ekonomi Bank Indonesia wilayah VI Jabar Banten Rahmat Dwi Saputra mengakui, suku bunga pembiayaan perbankan di Indonesia dengan nilai rata rata 10,8 persen dinilai masih lebih tinggi dibandingkan beberapa Negara di kawasan ASEAN, seperti Thailand dan Malaysia. Tapi masih lebih rendah dari Negara lainnya seperti Vietnam dan Filipina.

“Pasca diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC), diperkirakan akan terjadi penyesuaian suku bunga bank. Apabila bunga bank nasional lebih tinggi dari Malaysia atau negara lainnya, dikhawatirkan kalah bersaing dengan bank dari Negara lain,” jelas Rahmat Dwi Saputra di Bandung, Kamis (11/4/2013).

Saat ini, lanjut dia, perbankan nasional mulai melakukan penyesuaian suku bunga agar lebih kompetitif. Sejumlah perbankan, tercatat mulai menurunkan bunga kredit dan mengikuti BI Rate untuk suku bunga tabungan, deposito, dan produk tabungan lainnya. Kondisi tersebut, lanjut dia, cukup menggembirakan bagi nasabah dan pelaku usaha.

Menurut dia, untuk menurunkan bunga pinjaman, langkah yang bisa ditempuh perbankan yaitu menurunkan biaya operasional (Bopo). Evisiensi pada biaya operasional perbankan, berpengaruh positif terhadap besaran margin perbankan yang dibebankan kepada nasabah. “Walaupun tren biaya operasional perbankan semakin sehat, kami terus mendorong perbankan lebih evisien lagi,” pungkas dia.

Diketahui, bunga kredit perbankan nasional dinilai masih terlalu tinggi, akibat tingginya biaya operasional. Tak heran, sejumlah program kredit masih di tawarkan dengan nilai bunga cukup tinggi.

Lebih jauh Rahmat menjelaskan, pada AEC 2015, sektor perbankan diperkirakan akan menghadapi tantangan cukup berat. Apalagi, saat ini sejumlah modal asing telah masuk ke perbankan nasional. “Bank bank di Indonesia harus siap bersaing. Kalau tidak, bisa tergerus oleh bank lainnya,” pungkas dia.

Ketika disinggung banyaknya perbankan asing yang masuk ke Indonesia, Rahmat berharap, penerapan AEC 2015 akan mempermudah bank nasional ekspansi bisnis di Negara lain di kawasan Asean. “Saat ini sejumlah perbankan nasional sudah mulai membuka cabang di Negara lain. Kedepannya, kami berharap lebih banyak lagi,” imbuh dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Kerek Suku Bunga...
BI Kerek Suku Bunga Acuan, Bank Diyakini Tak Tergoda Menaikkan Bunga Simpanan atau Kredit
Penurunan Suku Bunga...
Penurunan Suku Bunga Kredit Diramal Terus Berlanjut
OJK Dorong Transparansi...
OJK Dorong Transparansi Bank Soal Suku Bunga
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga di Level 3,5%
BRI Turunkan Bunga Kredit,...
BRI Turunkan Bunga Kredit, Respons Cepat Tren Rendah Suku Bunga Acuan BI
Hasil RDG Januari 2025,...
Hasil RDG Januari 2025, Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved