Harga minyak di Asia mixed dampak data IEA

Jum'at, 12 April 2013 - 10:53 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia mixed dampak data IEA
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia pagi ini mixed, sebagai dampak dari perkiraan Badan Energi Internasional (IEA) atas melemahnya pertumbuhan energi dunia.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei, turun 19 sen menjadi USD93,32 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei naik sembilan sen menjadi USD104,36 dalam perdagangan pertengahan pagi.

"Penurunan proyeksi IEA memiliki dampak pada harga minyak," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar di IG Markets Singapura, seperti dilansir dari Global Post, Jumat (12/4/2013)

"Saat ini pasar sangat sensitif terhadap semua jenis pengumuman, di mana para pedagang didorong terus memantau data," tambahnya.

Seperti diketahui, badan energi yang berbasis di Paris, Prancis itu memproyeksikan permintaan minyak global akan tumbuh sebesar 795.000 barel per hari, dengan total pembelian sebesar 90,6 juta barel per hari pada 2013.

Angka ini sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, karena penurunan permintaan di Eropa dan sebagian diimbangi pertumbuhan di tempat lain. Laporan IEA diterbitkan sehari setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak, OPEC juga menurunkan proyeksi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
57 menit yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved