Rupiah melemah ke Rp9.723/USD
Selasa, 16 April 2013 - 16:17 WIB
Rupiah melemah ke Rp9.723/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari kedua pekan ini ditutup melemah setelah kemarin berakhir stagnan.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 13 poin menjadi Rp9.723 per USD dibanding penutupan pada Senin (15/4/2013) di harga Rp9.710 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini melemah 3 poin menjadi Rp9.717 per USD dibanding perdagangan kemarin di level Rp9.714 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terdepresiasi 6 poin menjadi Rp9.726 per USD dari hari sebelumnya di Rp9.720 per USD, dengan kisaran harian Rp9.720-9.736 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya mengatakan, gerak rupiah pada hari ini akan dipengaruhi sentimen dari global, seperti serangan bom di Amerika Serikat dan kurang baiknya data ekonomi China.
"BI masuk ke pasar valas untuk meredakan tekanan terhadap rupiah hari ini," kata dia dalam risetnya, Selasa (16/4/2013).
Sementara pada perdagangan kemarin, posisi rupiah dipengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di zona merah. Rupiah cenderung tertekan seiring naiknya risk aversion paska rilis data pertumbuhan China yang melambat pada kuartal I tahun ini.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 13 poin menjadi Rp9.723 per USD dibanding penutupan pada Senin (15/4/2013) di harga Rp9.710 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini melemah 3 poin menjadi Rp9.717 per USD dibanding perdagangan kemarin di level Rp9.714 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terdepresiasi 6 poin menjadi Rp9.726 per USD dari hari sebelumnya di Rp9.720 per USD, dengan kisaran harian Rp9.720-9.736 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya mengatakan, gerak rupiah pada hari ini akan dipengaruhi sentimen dari global, seperti serangan bom di Amerika Serikat dan kurang baiknya data ekonomi China.
"BI masuk ke pasar valas untuk meredakan tekanan terhadap rupiah hari ini," kata dia dalam risetnya, Selasa (16/4/2013).
Sementara pada perdagangan kemarin, posisi rupiah dipengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di zona merah. Rupiah cenderung tertekan seiring naiknya risk aversion paska rilis data pertumbuhan China yang melambat pada kuartal I tahun ini.
(rna)