Rupiah menguat ke Rp9.710/USD
Rabu, 17 April 2013 - 16:42 WIB
Rupiah menguat ke Rp9.710/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ketiga pekan ini ditutup menguat seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada sore ini berhasil mencetak rekor baru sepanjang masa.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) naik 13 poin menjadi Rp9.710 per USD dibanding penutupan hari Selasa (16/4/2013) di Rp9.723 per USD. Posisi mata uang lokal ini sama dengan hari Senin (15/4/2013).
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini menguat 6 poin menjadi Rp9.711 per USD dari Rp9.717 per USD pada perdagangan kemarin. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terapresiasi 7 poin menjadi Rp9.719 per USD dari hari sebelumnya di Rp9.726 per USD, dengan kisaran harian Rp9.716-9.710 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya mengatakan, gerak rupiah pada hari ini dipengaruhi sentimen dari pasar global, seperti IMF yang menurunkan proyeksi global, China dan Amerika Serikat pada tahun ini yang turut memberi imbas pada meningkatnya sentiment risk aversion di kalangan pelaku pasar domestik.
"Sentimen ini berdampak pada tereskalasinya dolar di tengah kesiagaan BI dalam memonitor pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia dalam risetnya, Rabu (17/4/2013).
Pemerintah (DJPU) yang mengadakan lelang debt switch hari ini dalam rangka meningkatkan likuiditas surat utang negara (SUN) di pasar domestik juga memberi imbas positif terhadap menguatnya rupiah terhadap USD sore ini.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) naik 13 poin menjadi Rp9.710 per USD dibanding penutupan hari Selasa (16/4/2013) di Rp9.723 per USD. Posisi mata uang lokal ini sama dengan hari Senin (15/4/2013).
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini menguat 6 poin menjadi Rp9.711 per USD dari Rp9.717 per USD pada perdagangan kemarin. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terapresiasi 7 poin menjadi Rp9.719 per USD dari hari sebelumnya di Rp9.726 per USD, dengan kisaran harian Rp9.716-9.710 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya mengatakan, gerak rupiah pada hari ini dipengaruhi sentimen dari pasar global, seperti IMF yang menurunkan proyeksi global, China dan Amerika Serikat pada tahun ini yang turut memberi imbas pada meningkatnya sentiment risk aversion di kalangan pelaku pasar domestik.
"Sentimen ini berdampak pada tereskalasinya dolar di tengah kesiagaan BI dalam memonitor pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia dalam risetnya, Rabu (17/4/2013).
Pemerintah (DJPU) yang mengadakan lelang debt switch hari ini dalam rangka meningkatkan likuiditas surat utang negara (SUN) di pasar domestik juga memberi imbas positif terhadap menguatnya rupiah terhadap USD sore ini.
(rna)