Mesir: Pembicaraan dengan IMF tidak gagal
Rabu, 17 April 2013 - 20:28 WIB
Mesir: Pembicaraan dengan IMF tidak gagal
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Mesir menyatakan, negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) tidak pernah gagal, setelah delegasi lembaga peminjam itu meninggalkan Kairo tanpa kesepakatan USD4,8 miliar, pinjaman yang dibutuhkan untuk mengurangi krisis ekonomi.
"Kabar bahwa pembicaraan IMF gagal tidak akurat, karena delegasi ini adalah teknis dan tidak berwenang menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Mesir. Ada banyak hasil positif dari pembicaraan terutama di sisi pemerintah Mesir," kata juru bicara presiden Omar Amer, seperti dilansir dari The Star, Rabu (17/4/2013).
Pemerintah mengatakan pembicaraan akan berlanjut saat mereka mengunjungi Washington pekan ini untuk melakukan pertemuan dengan IMF/Bank Dunia, dan misi staf IMF dapat kembali ke Kairo pada Mei mendatang.
Setelah 12 hari melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah, bank sentral dan pemimpin partai politik, delegasi IMF yang dipimpin Andreas Bauer, kemarin, meninggalkan Kairo tanpa menyimpulkan kesepakatan, seperti yang mereka lakukan November lalu.
Presiden Mohamed Mursi kemudian membekukan kesepakatan itu dan menangguhkan pelaksanaan kenaikan pajak, sebagai salah satu syarat pinjaman, di tengah kekerasan politik dalam perebutan kekuasaan.
"Kabar bahwa pembicaraan IMF gagal tidak akurat, karena delegasi ini adalah teknis dan tidak berwenang menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Mesir. Ada banyak hasil positif dari pembicaraan terutama di sisi pemerintah Mesir," kata juru bicara presiden Omar Amer, seperti dilansir dari The Star, Rabu (17/4/2013).
Pemerintah mengatakan pembicaraan akan berlanjut saat mereka mengunjungi Washington pekan ini untuk melakukan pertemuan dengan IMF/Bank Dunia, dan misi staf IMF dapat kembali ke Kairo pada Mei mendatang.
Setelah 12 hari melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah, bank sentral dan pemimpin partai politik, delegasi IMF yang dipimpin Andreas Bauer, kemarin, meninggalkan Kairo tanpa menyimpulkan kesepakatan, seperti yang mereka lakukan November lalu.
Presiden Mohamed Mursi kemudian membekukan kesepakatan itu dan menangguhkan pelaksanaan kenaikan pajak, sebagai salah satu syarat pinjaman, di tengah kekerasan politik dalam perebutan kekuasaan.
(dmd)
Lihat Juga :