Akhirnya, IHSG cetak rekor 5.012
Kamis, 18 April 2013 - 16:02 WIB
Akhirnya, IHSG cetak rekor 5.012
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari keempat pekan ketiga bulan April 2013 akhirnya berhasil mencetak rekor yang diprediksi kalangan analis sebelumnya. IHSG menguat 13,99 poin atau 0,28 persen ke level 5.012,64.
Posisi intraday IHSG tertinggi berada sesi akhir penutupan di 5.012,64. Penguatan IHSG terlihat sejak sesi I, yang ditutup naik 1,77 poin atau 0,04 persen ke level 5.000,42. Sementara pada pagi tadi, IHSG dibuka terkoreksi menyusul pelemahan yang terjadi di bursa Wall Street pada perdagangan semalam.
Awal perdagangan, IHSG melemah 17,18 poin atau 0,34 persen ke level 4.981,47. Sementara kemarin, IHSG hampir menyentuh level 5.000 atau naik 53,40 poin atau 1,08 persen ke level 4.998,65.
Indeks LQ45 sore ini menguat 1,65 poin atau 0,19 persen ke level 849,55. Sedangkan indeks di kawasan Asia berakhir variatif.
Indeks Shanghai naik 3,81 poin atau 0,17 persen ke 2.197,60; Hang Seng merosot 57,15 poin atau 0,26 persen ke level 21.512,52; Straits Times naik 0,26 poin atau 0,01 persen ke 3.291,72 dan Nikkei 225 merosot 162,82 poin atau 1,22 persen ke 13.220,07.
Di bursa Indonesia, sebanyak 139 saham tercatat naik, 134 saham turun dan 124 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp6,63 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,32 miliar lembar saham. Nilai transaksi bersih asing tercatat Rp411,33 miliar.
Sektor saham mayoritas menguat, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham sektor aneka industri yang bertambah 1,33 persen. Sedangkan sektor yang menekan IHSG sore ini adalah infrastruktur, yang minus 0,52 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp50 ke Rp3.100, PT Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp50 ke Rp38.450 dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) naik Rp225 ke Rp2.900.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp450 ke Rp25.350, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun Rp50 ke Rp6.200 dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp50 ke Rp6.600.
Posisi intraday IHSG tertinggi berada sesi akhir penutupan di 5.012,64. Penguatan IHSG terlihat sejak sesi I, yang ditutup naik 1,77 poin atau 0,04 persen ke level 5.000,42. Sementara pada pagi tadi, IHSG dibuka terkoreksi menyusul pelemahan yang terjadi di bursa Wall Street pada perdagangan semalam.
Awal perdagangan, IHSG melemah 17,18 poin atau 0,34 persen ke level 4.981,47. Sementara kemarin, IHSG hampir menyentuh level 5.000 atau naik 53,40 poin atau 1,08 persen ke level 4.998,65.
Indeks LQ45 sore ini menguat 1,65 poin atau 0,19 persen ke level 849,55. Sedangkan indeks di kawasan Asia berakhir variatif.
Indeks Shanghai naik 3,81 poin atau 0,17 persen ke 2.197,60; Hang Seng merosot 57,15 poin atau 0,26 persen ke level 21.512,52; Straits Times naik 0,26 poin atau 0,01 persen ke 3.291,72 dan Nikkei 225 merosot 162,82 poin atau 1,22 persen ke 13.220,07.
Di bursa Indonesia, sebanyak 139 saham tercatat naik, 134 saham turun dan 124 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp6,63 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,32 miliar lembar saham. Nilai transaksi bersih asing tercatat Rp411,33 miliar.
Sektor saham mayoritas menguat, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham sektor aneka industri yang bertambah 1,33 persen. Sedangkan sektor yang menekan IHSG sore ini adalah infrastruktur, yang minus 0,52 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp50 ke Rp3.100, PT Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp50 ke Rp38.450 dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) naik Rp225 ke Rp2.900.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp450 ke Rp25.350, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turun Rp50 ke Rp6.200 dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp50 ke Rp6.600.
(rna)
Lihat Juga :