Rupiah sore ini melemah
Kamis, 18 April 2013 - 16:34 WIB
Rupiah sore ini melemah
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari keempat pekan ini ditutup kembali terdepresiasi akibat rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini bertolak belakang dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sore ini berhasil mencetak rekor baru di 5.012,64.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) melemah 13 poin menjadi Rp9.723 per USD dibanding penutupan hari Rabu (17/4/2013) di Rp9.710 per USD. Posisi mata uang lokal ini sama dengan hari Selasa (16/4/2013).
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini melemah 5 poin menjadi Rp9.716 per USD dibanding perdagangan kemarin di Rp9.711 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup di posisi Rp9.713 per USD, dengan kisaran harian Rp9.715-9.722 per USD.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada sebelumnya menuturkan, laju rupiah dipengaruhi rencana kenaikan BBM yang diperkirakan akan meningkatkan laju inflasi. Hal ini diekspektasikan oleh pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan segera menyesuaikan level BI rate dari yang ada saat ini di level 5,75 persen.
"Kenaikan rupiah juga dibatasi olah penilaian APBN 2013 akan mengalami pembengkakan dengan kisaran 2-2,4 persen dari 2012 sebesar 1,63 persen," kata dia, Kamis (18/4/2013).
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) melemah 13 poin menjadi Rp9.723 per USD dibanding penutupan hari Rabu (17/4/2013) di Rp9.710 per USD. Posisi mata uang lokal ini sama dengan hari Selasa (16/4/2013).
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini melemah 5 poin menjadi Rp9.716 per USD dibanding perdagangan kemarin di Rp9.711 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup di posisi Rp9.713 per USD, dengan kisaran harian Rp9.715-9.722 per USD.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada sebelumnya menuturkan, laju rupiah dipengaruhi rencana kenaikan BBM yang diperkirakan akan meningkatkan laju inflasi. Hal ini diekspektasikan oleh pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan segera menyesuaikan level BI rate dari yang ada saat ini di level 5,75 persen.
"Kenaikan rupiah juga dibatasi olah penilaian APBN 2013 akan mengalami pembengkakan dengan kisaran 2-2,4 persen dari 2012 sebesar 1,63 persen," kata dia, Kamis (18/4/2013).
(rna)