Saham tekonologi buat Wall Street kembali terkoreksi

Jum'at, 19 April 2013 - 08:53 WIB
Saham tekonologi buat...
Saham tekonologi buat Wall Street kembali terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terkoreksi. Indeks S & P 500 ditutup melemah menyusul mengecewakannya kinerja kuartal I/2013 dari eBay dan sejumlah emiten sektor teknologi lainnya, sehingga menimbulkan keraguan pelaku pasar.

Indeks S & P 500 berakhir di bawah moving average 50 hari untuk kali pertamanya tahun ini. Hal ini memberikan sinyal bahwa reli yang terjadi baru-baru ini kehilangan momentmnya, terutama setelah mengalami koreksi tajam pada pekan ini. Indeks Nasdaq 100 dan Russel 2000 juga ditutup di bawah rata-rata 50 hari pada perdagangan Kamis.

Saham sektor teknologi memimpin kejatuhan di pasar saham. Saham eBay (EBAy.O) anjlok 5,9 persen menjadi USD52,82, setelah perusahaan e commerce tersebut membukukan kinerja keuangan di bawah ekspektasi. Saham sektor teknologi di indeks S & P 500 merosot 1,4 persen. Saham Apple (AAPL.O) memperpanjang koreksi pada perdagangan semalam, dengan merosot 2,7 persen menjadi USD392,05.

"Pastinya, ada kesalahan teknis di pasar saham. Saya pikir bahwa pelemahan yang terjadi kemungkinan akan berakhir," kata analis Delta Global Asset Management, Bruce Zaro seperti dilansir Reuters, Jumat (19/4/2013).

Pasalnya, saham telah reli sejak awal tahun dan memberi sinyal bahwa ekonomi Amerika Serikat akan membaik seiring dengan The Fed yang mempertahankan program stimulusnya. Namun, data ekonomi terbaru kurang memberi optimisme di pasar.

Pada hari Rabu, laporan menunjukkan aktivitas business activity in the mid-Atlantic ekspansi lebih rendah dari perkiraan awal serta data future U.S. economic activity bulan yang turun pertama kali dalam 7 bulan terakhir memberi sentimen negatif terhadap pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 81,45 poin atau 0,56 persen ke 14.537,14. The Standard & Poor 500 Index (SPX) jatuh 10,40 poin dan 0,67 persen ke 1.541,61. Sedangkan Nasdaq Composite Index (IXIC) kehilangan 38,31 poin atau 1,20 persen ke 3.166,36.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
9 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
10 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
12 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
13 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
16 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved