Akhir pekan, rupiah menguat ke Rp9.709/USD
Jum'at, 19 April 2013 - 16:17 WIB
Akhir pekan, rupiah menguat ke Rp9.709/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir pekan pekan ini berhasil terapresiasi, bertolak belakang dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sore ini kembali terkoreksi setelah kemarin berhasil mencetak rekor baru.
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) naik 14 poin menjadi Rp9.709 per USD dibanding hari sebelumnya Rp9.723 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini naik 11 poin menjadi Rp9.705 per USD dibanding perdagangan Kamis (18/4/2013) di Rp9.716 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup pada posisi Rp9.715 per USD, dengan kisaran harian Rp9.715-9.716 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya mengatakan, gerak rupiah pada hari ini dipengaruhi sentimen dari pasar global, seperti rilis data pengajuan klaim jaminan sosial (initial jobless claim) di Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis waktu setempat, dimana lebih tinggi dari sebelumnya yakni menjadi 352 ribu dari 348 ribu.
"Ini mendorong tereskalasinya dolar. Bank Indonesia terus memonitor pergerakan nilai tukar rupiah agar bergerak sesuai dengan fundamentalnya," kata dia dalam risetnya, Jumat (19/4/2013).
Pada penutupan perdagangan hari ini, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) naik 14 poin menjadi Rp9.709 per USD dibanding hari sebelumnya Rp9.723 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini naik 11 poin menjadi Rp9.705 per USD dibanding perdagangan Kamis (18/4/2013) di Rp9.716 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup pada posisi Rp9.715 per USD, dengan kisaran harian Rp9.715-9.716 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya mengatakan, gerak rupiah pada hari ini dipengaruhi sentimen dari pasar global, seperti rilis data pengajuan klaim jaminan sosial (initial jobless claim) di Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis waktu setempat, dimana lebih tinggi dari sebelumnya yakni menjadi 352 ribu dari 348 ribu.
"Ini mendorong tereskalasinya dolar. Bank Indonesia terus memonitor pergerakan nilai tukar rupiah agar bergerak sesuai dengan fundamentalnya," kata dia dalam risetnya, Jumat (19/4/2013).
(rna)