Akhir pekan, Wall Street berhasil rebound
Sabtu, 20 April 2013 - 10:53 WIB
Akhir pekan, Wall Street berhasil rebound
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat mampu berbalik arah (rebound) ditopang hasil kinerja kuartal I Google dan emiten lainnya, sehingga mengangkat saham sektor teknologi. Namun, penguatan yang terjadi tidak cukup mengganti kerugian indeks S & P 500 yang mengalami hari terburuk pada pekan ini sejak November 2012.
Saham teknologi lain yang mencetak keuntungan adalah saham Microsoft (MSFT), yang melonjak 3,4 persen menjadi USD29,77 dan menjadi saham paling aktif di Nasdaq setelah emiten tersebut melaporkan kinerja keuangan kuartal I tahun ini yang melebihi ekspektasi Wall Street.
Volatilitas yang tinggi dalam sepekan membuat indeks S & P 500 merosot 2,3 persen pada awal pekan dan menjadi hari terburuk sejak 7 November 2012. Sepanjang pekan indeks S & P 500 merosot 2,1 persen, tetapi berhasil ditutup di atas rata-rata 50 hari. Naiknya Indeks S & P 500 ditopang saham Google yang menguat 4,4 persen menjadi USD799,87 setelah berhasil membukukan kinerja positif.
Sementara laju Dow Jones tertahan saham International Business Machines (IBM.N), yang mencatat penurunan terbesar dalam delapan tahun akibat kinerja kuartalan yang di bawah ekspektasi. Saham IBM ditutup anjlok 8,3 persen ke USD190.
"Kecuali ada kejutan dalam sistem, maka investor akan kembali ke pasar pada musim laba ini. Namun, sekarang investor memiliki kesempatan untuk mempelajari saham mana yang akan menguat dan melemah dengan lebih baik," kata Kepala Strategi Pasar RDM Financial, Michael Sheldon seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/4/2013).
Selama sepekan ini, Dow Jones melemah 2,1 persen, indeks Nasdaq merosot 2,7 persen. Pasar saham pada awal pekan ini anjlok ditopang menurunnya harga emas dan perlambatan ekonomi China. Namun, indeks S & P masih menguat sekitar 9 persen sepanjang tahun ini.
Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,37 poin atau 0,07 persen ke 14.547,51; Indeks S & P 500 naik 13,64 poin atau 0,88 persen menjadi 1.555,25 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 39,69 poin, atau 1,25 persen ke 3.206,06.
Saham teknologi lain yang mencetak keuntungan adalah saham Microsoft (MSFT), yang melonjak 3,4 persen menjadi USD29,77 dan menjadi saham paling aktif di Nasdaq setelah emiten tersebut melaporkan kinerja keuangan kuartal I tahun ini yang melebihi ekspektasi Wall Street.
Volatilitas yang tinggi dalam sepekan membuat indeks S & P 500 merosot 2,3 persen pada awal pekan dan menjadi hari terburuk sejak 7 November 2012. Sepanjang pekan indeks S & P 500 merosot 2,1 persen, tetapi berhasil ditutup di atas rata-rata 50 hari. Naiknya Indeks S & P 500 ditopang saham Google yang menguat 4,4 persen menjadi USD799,87 setelah berhasil membukukan kinerja positif.
Sementara laju Dow Jones tertahan saham International Business Machines (IBM.N), yang mencatat penurunan terbesar dalam delapan tahun akibat kinerja kuartalan yang di bawah ekspektasi. Saham IBM ditutup anjlok 8,3 persen ke USD190.
"Kecuali ada kejutan dalam sistem, maka investor akan kembali ke pasar pada musim laba ini. Namun, sekarang investor memiliki kesempatan untuk mempelajari saham mana yang akan menguat dan melemah dengan lebih baik," kata Kepala Strategi Pasar RDM Financial, Michael Sheldon seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/4/2013).
Selama sepekan ini, Dow Jones melemah 2,1 persen, indeks Nasdaq merosot 2,7 persen. Pasar saham pada awal pekan ini anjlok ditopang menurunnya harga emas dan perlambatan ekonomi China. Namun, indeks S & P masih menguat sekitar 9 persen sepanjang tahun ini.
Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,37 poin atau 0,07 persen ke 14.547,51; Indeks S & P 500 naik 13,64 poin atau 0,88 persen menjadi 1.555,25 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 39,69 poin, atau 1,25 persen ke 3.206,06.
(rna)
Lihat Juga :