IHSG akan kembali menguji level 5.000

Senin, 22 April 2013 - 08:47 WIB
IHSG akan kembali menguji...
IHSG akan kembali menguji level 5.000
A A A
Sindonews.com - Pergerakan indeks utama di beberapa wilayah dunia pada penutupan perdagangan pekan lalu masih bervariasi. Di pasar Amerika Serikat (AS), pergerakan yang tercatat masih dipengaruhi laporan keuangan emiten di periode kuartal pertama tahun ini.

Meskipun berhasil ditutup menguat tipis, pergerakan secara mingguan tiga indeks acuan AS mencatat penurunan terburuk sejak awal 2013. Dow Jones turun 2,14 persen, S&P500 melemah 2,11 persen, sementara Nasdaq ditutup minus 2,70 persen lebih rendah dibanding penutupan pekan sebelumnya. Naiknya indeks di Wall Street dipicu laporan keuangan perusahaan kuartal I/2013 seperti Citigroup, Bank of America, GE, IBM, McDonalds, dan Microsoft.

Hingga Jumat (19/4), terdapat sekitar 100 lebih emiten di AS yang telah menerbitkan laporan kuartal pertama. Dari sekitar ratusan perusahaan tersebut, 67 persen di antaranya mencatat angka yang lebih baik dari ekspektasi. Sedangkan hanya sekitar 43 persen dari jumlah total tersebut yang berhasil mengalahkan rata-rata konsensus atau sedikit di bawah perkiraan, yaitu 47 persen.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah jenis brent mengalami penguatan. Sementara pascapenurunan peringkat utang Inggris, pergerakan mata uang dolar cenderung menguat dan berdampak pada kenaikan beberapa harga komoditas berbasis dolar AS. Komoditas yang paling mendapat sorotan sepanjang pekan lalu adalah emas. Setelah tertekan selama beberapa peka sebelumnya, logam mulia terus menguat.

Data terakhir pada pekan lalu menunjukkan harga emas dunia ditransaksikan pada USD1.396 per ounce. Dari pasar Asia-Pasifik, hampir seluruh bursa utama ditutup pada teritori hijau. Beberapa indeks utama mengalami penguatan tajam. Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Kospi naik masing-masing 0,73 persen, 2,33 persen, 2,14 persen, dan 0,35 persen.

Dari dalam negeri, pekan lalu IHSG cenderung menguat meskipun lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Investor masih memiliki sudut pandang positif dari potensi derasnya aliran dana asing yang akan masuk. Sepanjang lima hari ke depan, potensi transaksi IHSG diprediksi kembali menguji level psikologis 5.000.

Terlepas dari itu, beberapa berita negatif dari dalam negeri dan kecenderungan sikap wait and see utamanya sentimen seputar keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak dapat kembali menjadi penghambat indeks.

Seperti di Wall Street, laporan kinerja emiten perbankan dalam negeri dan emiten lainnya yang juga akan ikut mewarnai pergerakan bursa di penghujung bulan ini. Pekan ini IHSG akan cenderung bergerak pada rentang 4.918,44–5.051,10 dengan beberapa saham yang dicermati antara lain ASII, BMRI, BBRI, TLKM, INDF, MAPI, ROTI, JSMR, SMGR, dan WIKA.

AKHMAD NURCAHYADI
Research Analyst AmCapital Indonesia
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
Intip Rekomendasi Saham...
Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Berpeluang Menghijau
Diprediksi Masih Betah...
Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Ini Rekomendasi Menu Saham Hari Ini
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
5 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
5 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
6 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
6 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved