Minyak di Asia anjlok akibat manufaktur China lemah

Selasa, 23 April 2013 - 11:24 WIB
Minyak di Asia anjlok...
Minyak di Asia anjlok akibat manufaktur China lemah
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini merosot, setelah data manufaktur China dilaporkan lemah, yang menimbulkan kekhawatiran permintaan di ekonomi terbesar kedua dunia itu anjlok.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni turun 43 sen menjadi USD88,76 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni merosot 34 sen menjadi USD100,05 dalam perdagangan pagi.

"Pertumbuhan China dipastikan lebih lambat, dan orang-orang adalah harga yang masuk," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets di Singapura, seperti dilansir dari Global Post, Selasa (23/4/2013).

Raksasa perbankan HSBC mengatakan, menurut data awal aktivitas manufaktur di China melambat pada April karena permintaan luar negeri lesu.

Indeks manajer pembelian (PMI) untuk awal bulan ini di angka 50,5, dari 51,6 pada akhir Maret. Angka di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan, dan apa pun di bawah poin adalah kontraksi. Sementara hasil akhir data akan diumumkan pada 2 Mei mendatang.

"Pesanan ekspor baru dikontrak setelah sementara rebound pada Maret, menunjukkan permintaan eksternal ... masih lemah," kata Qu Hongbin, ekonom dari HSBC berbasis di Hong Kong dalam rilisnya.

Sebelumnya data resmi menunjukkan, ekonomi China hanya tumbuh 7,7 persen pada kuartal Januari-Maret, lebih lambat dari 7,9 persen pada tiga bulan sebelumnya, dan di bawah perkiraan para anamis 8,0 persen.

"Pedagang membaca data PMI China sejalan dengan angka PDB (produk domestik bruto), memberi beberapa tekanan terhadap minyak pada sisi negatif," kata David Lennox, analis sumber daya dari Fat Prophets di Sydney.

"Kekhawatiran terhadap permintaan minyak, karena pertumbuhan kuat di China diharapkan dapat mengimbangi melemahnya permintaan di Amerika Serikat dan Eropa," tambahnya.

China adalah negara konsumen energi terbesar di dunia, dan saat ini kesehatan ekonominya diawasi ketat oleh pedagang minyak.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
1 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
3 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
5 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
6 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved