Kadin paparkan 7 instrumen tingkatkan PMDN

Selasa, 23 April 2013 - 15:14 WIB
Kadin paparkan 7 instrumen...
Kadin paparkan 7 instrumen tingkatkan PMDN
A A A
Sindonews.com - Potensi pengusaha nasional dan daerah untuk meningkatkan laju penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari 39,6 persen menjadi 70 persen dinilai bisa terealisasi dan masih bisa untuk dinaikkan karena banyak instrumen yang mendukungnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur memaparkan, sedikitnya ada 7 instrumen pendukung untuk mendapatkan 70 persen laju PMDN antara lain pertama, pelaku usaha dan pemerintah harus fokus dalam program hilirisasi minerba yang didasari pada UU Minerba No 4 Tahun 2009.

"Kedua, adalah keterlibatan yang baik pengusaha nasional dan daerah dalam program MP3EI. Ketiga, pelaksanaan program konektivitas yang berbasis maritim untuk sea short shipping, dalam rangka menghubungkan satu pulau dengan pulau lain untuk efisiensi agar siap menghadapi Asean Economy Community 2015 mendatang," kata Natsir dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Hal keempat, kata dia, adalah percepatan pembangunan kawasan ekonomi diluar jawa. Kelima, pembangunan dry port diperbatasan agar perdagangan industri bergerak cepat. Keenam, daftar negatif investasi perlu ditinjau ulang. Ketujuh, percepatan pembangunan industri primer dari hasil tambang maupun petrokimia untuk mengurangi impor bahan baku untuk industri hilir.

“Industrinya perlu dipercepat dan mendapat kebijakan dari pemerintah. Bahkan jika diperlukan UU atau Perpu, Perpres, bisa diberlakukan karena industri primer ini investasi besar dan jangka waktunya panjang,” tambah Natsir.

Sebenarnya, kata Natsir, masih banyak lagi instrumen untuk meningkatkan PMDN, dimana efeknya akan positif pada pertumbuhan ekonomi sehingga ada pemerataan ekonomi yang tersebar di Indonesia. Pihaknya yakin, hal tersebut dapat dilakukan dan terwujud apabila setiap Kementerian tidak mementingkan egoisme sektoral.

“Pengusaha harusnya diajak bicara dan yang penting tidak mengeluarkan kebijakan yang tanpa dibicarakan dengan dunia usaha, Presiden kita pro kepada pengusaha tapi bawahannya kurang memahami kebijakan presiden kita, ini kan sayang buang waktu,” tutur dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Bandel Munas Kadin Tetap...
Bandel Munas Kadin Tetap Digelar, Awas Kena Covid!
Akomodir Kepentingan...
Akomodir Kepentingan Daerah, Kadin Jabar Dukung Arsjad Rasjid
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Konvensi ALB KADIN Digelar...
Konvensi ALB KADIN Digelar Besok secara Daring
Rosan, Arsjad dan Anin...
Rosan, Arsjad dan Anin Puas dengan Hasil Munas KADIN
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
15 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
36 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved