Sore ini, rupiah lanjutkan pelemahan
Selasa, 23 April 2013 - 16:29 WIB
Sore ini, rupiah lanjutkan pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari kedua pekan ini ditutup kembali terkoreksi seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 15 poin menjadi Rp9.728 per USD dibanding hari kemarin yang parkir di Rp9.713 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini turun menjadi Rp9.731 per USD atau melemah 15 poin dibanding kemarin di level Rp9.716 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terdepresiasi 7 poin menjadi Rp9.720 per USD dari perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp9.713 per USD.
Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada sebelumnya menuturkan, nilai tukar rupiah dipengaruhi sentimen dari luar negeri, terutama setelah G20 menolak menentang kebijakan stimulus BoJ, sehingga menyebabkan nilai tukar yen melemah.
"Dengan penurunan itu memberikan kesempatan bagi USD untuk rebound, dimana sebelumnya melemah karena ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan bond buying programnya," kata dia dalam risetnya, Selasa (23/4/2013).
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) turun 15 poin menjadi Rp9.728 per USD dibanding hari kemarin yang parkir di Rp9.713 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini turun menjadi Rp9.731 per USD atau melemah 15 poin dibanding kemarin di level Rp9.716 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terdepresiasi 7 poin menjadi Rp9.720 per USD dari perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp9.713 per USD.
Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada sebelumnya menuturkan, nilai tukar rupiah dipengaruhi sentimen dari luar negeri, terutama setelah G20 menolak menentang kebijakan stimulus BoJ, sehingga menyebabkan nilai tukar yen melemah.
"Dengan penurunan itu memberikan kesempatan bagi USD untuk rebound, dimana sebelumnya melemah karena ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan bond buying programnya," kata dia dalam risetnya, Selasa (23/4/2013).
(rna)