Gubernur Sulsel minta kenaikan BBM ditunda

Selasa, 23 April 2013 - 17:25 WIB
Gubernur Sulsel minta...
Gubernur Sulsel minta kenaikan BBM ditunda
A A A
Sindonews.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah pusat tidak terburu-buru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Apalagi, kata dia, dalam waktu dekat akan diperingati hari buruh sedunia. Momentum tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan penolakan kenaikan harga BBM.

"Saya kira Jumat depan belum, belum ada edaran, sebaiknya kenaikan harga BBM diundur dulu. Soalnya banyak agenda penting dalam waktu dekat," kata Syahrul di Kantor Gubernur, Selasa (23/4/2013).

Agenda penting yang dimaksud Syahrul yakni peringatan hari buruh sedunia, hari kebangkitan nasional, dan peringatan 15 tahun reformasi. Meski demikian, mantan Bupati Gowa itu mengaku tidak melakukan antisipasi berlebihan terkait penolakan lewat aksi demonstrasi mahasiswa.

"Tak ada persiapan antisipasi, kita apresiasi jika ada penyampaian aspirasi dari masyarakat. Terpenting jangan berlebihan, apalagi sampai menggegerkan Makassar," ujarnya.

Namun, pihaknya meminta mahasiswa dan masyarakat bisa memahami kenaikan BBM yang akan diputuskan dalam waktu dekat. Pasalnya, kenaikan BBM hanya untuk orang kaya saja, sementara orang miskin terbebas dari kenaikan.

"Bagi orang miskin dan orang tidak mampu tidak akan dinaikkan, begitu juga bagi mahasiswa dan pelajar juga tidak naik," kata dia.

Karena itu, lanjut Syahrul, mahasiswa bisa memahami sehingga tidak terlalu resisten terhadap keputusan kenaikan BBM. Seperti tahun sebelumnya, mahasiswa Makassar selalu melakukan aksi menyikapi kenaikan itu. Alasannya selalu klasik, kenaikan BBM akan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

"Mereka (mahasiswa-red) harus diberikan pengertian, apalagi ini bukan cuma persoalan Indonesa, tetapi persoalan dunia," jelasnya.

Dia menuturkan, saat ini subsidi APBN untuk BBM di atas Rp300 triliun sehingga menghambat program pembangunan. Banyak agenda pemerintah yang tujuannya untuk mensejahterakan rakyat tidak jalan lantaran anggaran yang tak tersedia.

"Tidak ada lagi alasan untuk tidak menaikkan BBM, beban yang ditanggung untuk subsidi BBM sangat tinggi dan semua gubernur di Indonesia menyetujui kenaikan itu," ujarnya.

Atas kenaikan itu, maka APBN akan lebih sehat. Sehingga, kebijakan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat akan bisa diwujudkan. "Kita tidak ingin lagi bersoal dalam penyelenggaraan pengentasan kemiskinan," terang mantan Bupati Gowa itu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
24 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
58 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved