Minyak di perdagangan dunia naik menunggu data AS
Rabu, 24 April 2013 - 19:44 WIB
Minyak di perdagangan dunia naik menunggu data AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini naik, menjelang laporan stok mingguan untuk konsumen Amerika Serikat (AS), dukungan kenaikan ekuitas dan spekulasi baru atas kemungkinan penurunan produksi minyak OPEC.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni naik 72 sen menjadi USD101,03 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, menambah 64 sen menjadi USD89,82 per barel.
Pasar telah merosot pekan lalu, dengan Brent mencolok ke level terendah dalam sembilan bulan akibat melemahnya data ekonomi China, dan sentimen kembali terpukul pada data manufaktur negara ekonomi terbesar di Asia itu.
"Minyak mentah Brent naik lebih tinggi dan bertahan di atas USD100 per barel, didukung keuntungan yang kuat di pasar ekuitas dan komoditas, serta kekhawatiran baru bahwa OPEC akan memotong pasokan minyak mentah jika harga terus turun," kata analis Sucden, Myrto Sokou, seperti dilansir dari Global Post, Rabu (24/4/2013)
OPEC yang memompa sekitar 35 persen dari pasokan minyak dunia, dijadwalkan akan bertemu di Wina, pada 31 Mei mendatang, untuk melakukan pembicaraan berbagai kemungkinan produksi minyak.
Sementara departemen pemerintah Energi AS akan mempublikasikan pembaruan cadangan minyak AS pada pekan yang berakhir 19 April.
"Ada prospek pertumbuhan permintaan yang mendasari data stok AS. Ini memicu sentimen positif dan menyeimbangkan data ekonomi umum lebih lembut," ujar Jason Hughes, kepala perdagangan penjualan CMC Markets di Singapura.
Sementara ekspektasi pasar untuk persediaan minyak mentah AS turun sebesar 1,2 juta barel, menurut analis yang disurvei Dow Jones Newswires.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni naik 72 sen menjadi USD101,03 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, menambah 64 sen menjadi USD89,82 per barel.
Pasar telah merosot pekan lalu, dengan Brent mencolok ke level terendah dalam sembilan bulan akibat melemahnya data ekonomi China, dan sentimen kembali terpukul pada data manufaktur negara ekonomi terbesar di Asia itu.
"Minyak mentah Brent naik lebih tinggi dan bertahan di atas USD100 per barel, didukung keuntungan yang kuat di pasar ekuitas dan komoditas, serta kekhawatiran baru bahwa OPEC akan memotong pasokan minyak mentah jika harga terus turun," kata analis Sucden, Myrto Sokou, seperti dilansir dari Global Post, Rabu (24/4/2013)
OPEC yang memompa sekitar 35 persen dari pasokan minyak dunia, dijadwalkan akan bertemu di Wina, pada 31 Mei mendatang, untuk melakukan pembicaraan berbagai kemungkinan produksi minyak.
Sementara departemen pemerintah Energi AS akan mempublikasikan pembaruan cadangan minyak AS pada pekan yang berakhir 19 April.
"Ada prospek pertumbuhan permintaan yang mendasari data stok AS. Ini memicu sentimen positif dan menyeimbangkan data ekonomi umum lebih lembut," ujar Jason Hughes, kepala perdagangan penjualan CMC Markets di Singapura.
Sementara ekspektasi pasar untuk persediaan minyak mentah AS turun sebesar 1,2 juta barel, menurut analis yang disurvei Dow Jones Newswires.
(dmd)
Lihat Juga :