Harga minyak di Asia melonjak didorong data AS
Kamis, 25 April 2013 - 10:43 WIB
Harga minyak di Asia melonjak didorong data AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini naik, didorong data stok minyak mentah AS lebih rendah dari perkiraan dan harapan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB).
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni bertambah 40 sen menjadi USD91,83 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni naik 32 sen menjadi USD102,05, pada perdagangan pertengahan pagi.
"Harga didukung oleh data yang menunjukkan persediaan AS build-up kurang dari yang diperkirakan. Ini menunjukkan bahwa permintaan di Amerika Serikat sudah mulai pulih," kata Tetsu Emori, kepala manajer dana Astmax Asset Management di Tokyo, seperti dilansir dari Global Post, Kamis (25/4/2013).
Departemen Energi AS mengumumkan, bahwa stok minyak di negara itu meningkat 900.000 barel dalam pekan yang berakhir 19 April, kurang dari perkiraan kenaikan sebesar 1,2 juta barel.
Perubahan stok persediaan AS yang diawasi ketat oleh para dealer karena menunjukkan tingkat permintaan konsumen minyak mentah dunia. Harga juga didukung spekulasi, bahwa ECB akan segera menurunkan suku bunga, setelah Jerman merilis data ekonomi lemah.
"Data yang lemah baru-baru ini keluar dari Eropa dan Amerika Serikat telah meyakinkan investor untuk melakukan langkah-langkah stimulus lebih lanjut," ujar Desmond Chua, analis pasar dari CMC Markets, Singapura.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni bertambah 40 sen menjadi USD91,83 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni naik 32 sen menjadi USD102,05, pada perdagangan pertengahan pagi.
"Harga didukung oleh data yang menunjukkan persediaan AS build-up kurang dari yang diperkirakan. Ini menunjukkan bahwa permintaan di Amerika Serikat sudah mulai pulih," kata Tetsu Emori, kepala manajer dana Astmax Asset Management di Tokyo, seperti dilansir dari Global Post, Kamis (25/4/2013).
Departemen Energi AS mengumumkan, bahwa stok minyak di negara itu meningkat 900.000 barel dalam pekan yang berakhir 19 April, kurang dari perkiraan kenaikan sebesar 1,2 juta barel.
Perubahan stok persediaan AS yang diawasi ketat oleh para dealer karena menunjukkan tingkat permintaan konsumen minyak mentah dunia. Harga juga didukung spekulasi, bahwa ECB akan segera menurunkan suku bunga, setelah Jerman merilis data ekonomi lemah.
"Data yang lemah baru-baru ini keluar dari Eropa dan Amerika Serikat telah meyakinkan investor untuk melakukan langkah-langkah stimulus lebih lanjut," ujar Desmond Chua, analis pasar dari CMC Markets, Singapura.
(dmd)
Lihat Juga :