Harga minyak dunia jatuh karena profit taking
Jum'at, 26 April 2013 - 18:48 WIB
Harga minyak dunia jatuh karena profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Seperti di Asia, harga minyak dunia hari ini jatuh, karena para pedagang menguangkan keuntungan terakhir. Menurut analis, hal itu didorong tanda-tanda penguatan permintaan energi AS dan kekhawatiran geopolitik di Suriah.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun 60 sen menjadi USD102,81 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, merosot 66 sen menjadi USD92,98 per barel.
"Telah ada kemuduran sedikit dalam harga profit taking," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets, Sydney, seperti dilansir dari Global Post, Jumat (26/4/2013).
"Kami melihat beberapa keuntungan yang sangat kuat dalam minyak selama beberapa hari terakhir atas data stok AS dan berita di Suriah," tambahnya.
Harga minyak melompat pada Kamis waktu setempat, setelah Amerika Serikat menyatakan, pasukan pemerintah Suriah kemungkinan telah menggunakan senjata kimia, meningkatkan kekhawatiran bahwa Washington akan menghukum militer Damaskus.
Awal pekan ini, pasar minyak mentah juga didukung oleh keuntungan yang lebih rendah dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS, yang menunjukkan permintaan minyak di konsumen energi utama dunia itu berada di jalan menuju pemulihan.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun 60 sen menjadi USD102,81 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, merosot 66 sen menjadi USD92,98 per barel.
"Telah ada kemuduran sedikit dalam harga profit taking," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets, Sydney, seperti dilansir dari Global Post, Jumat (26/4/2013).
"Kami melihat beberapa keuntungan yang sangat kuat dalam minyak selama beberapa hari terakhir atas data stok AS dan berita di Suriah," tambahnya.
Harga minyak melompat pada Kamis waktu setempat, setelah Amerika Serikat menyatakan, pasukan pemerintah Suriah kemungkinan telah menggunakan senjata kimia, meningkatkan kekhawatiran bahwa Washington akan menghukum militer Damaskus.
Awal pekan ini, pasar minyak mentah juga didukung oleh keuntungan yang lebih rendah dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS, yang menunjukkan permintaan minyak di konsumen energi utama dunia itu berada di jalan menuju pemulihan.
(dmd)
Lihat Juga :