Menteri Ekonomi Prancis kunjungi Hong Kong

Sabtu, 27 April 2013 - 13:14 WIB
Menteri Ekonomi Prancis...
Menteri Ekonomi Prancis kunjungi Hong Kong
A A A
Sindonews.com - Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Pierre Moscovici melakukan kunjungan ke Hong Kong untuk membicarakan kerja sama internasionalisasi yuan.

Dilansir dari People Daily, Sabtu (27/4/2013), setelah ikut dalam rombongan delegasi Presiden Francois Hollande di Beijing, dia melanjutkan perjalanan ke Hong Kong sebelum kembali ke Prancis.

Dalam sebuah makan malam yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Prancis di Hong Kong dan Macau, Moscovici mengatakan, Hong Kong adalah investor utama di Eropa.

Dalam sambutannya, Moscovici mengemukakan, pihaknya telah aktif mengambil langkah-langkah reformasi ekonomi untuk memulihkan dan mempertahankan daya saing global Prancis. Tindakan tegas diambil untuk memangkas defisit struktural sehingga dapat menjalankan anggaran berimbang pada 2017.

Dia mengatakan, konsolidasi fiskal Prancis, bertentangan dengan persepsi umum, dan akan lebih bergantung pada pemotongan belanja daripada kenaikan pajak.

"Perlu dicatat bahwa reformasi struktural utama, termasuk reformasi di pasar tenaga kerja, sistem pensiun, perumahan, energi dan transportasi telah terdaftar di agenda," ujarnya.

Moscovici mengungkapkan, ekspor Prancis ke Hong Kong telah naik dua kali lipat selama tiga tahun terakhir, sehingga terjadi surplus sebesar 5,4 miliar euro pada 2012. Ini adalah surplus perdagangan terbesar kedua setelah barang ekspor utama Inggris termasuk produk mewah, produk aeronautika serta peralatan informasi dan komunikasi.

Menurut Moscovici, internasionalisasi yuan adalah salah satu daerah yang potensial untuk kerja sama. Pusat keuangan Paris memainkan peran penting dalam arus perdagangan dan investasi antara China dan Afrika (negara berbahasa Prancis) dan Paris memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi pemain utama pasar yuan di zona euro.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
2 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
4 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
5 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
6 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
6 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
9 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved