BCA optimis kondisi makro ekonomi Indonesia baik

Senin, 29 April 2013 - 19:37 WIB
BCA optimis kondisi...
BCA optimis kondisi makro ekonomi Indonesia baik
A A A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiadmadja mengatakan, kondisi makro ekonomi pada awal 2013 banyak hal penting terjadi. Mulai dari neraca perdagangan defisit, pengurangan subsidi BBM, kenaikan UMR Jabodetabek, dan nilai tukar Rupiah.

"Pertama neraca perdagangan negatif karena ekspor komoditas baik volume dan nilai turun. Sedangkan impor domestik ekonomi berkembang tetapi masih banyak bertumpu kepada bahan baku impor maka kebutuhan domestik akan bertambah," katanya, di Jakarta, Senin (29/4/2013).

"Defisit neraca perdagangan salah satu penyebabnya subsidi minyak, kita sedang menunggu kebijakan pemerintah karena penting untuk mengurangi subsidi secara bijak dalam hal ini tidak mengganggu masyarakat bawah dan tidak memberi subsidi pada orang yang mampu," imbuhnya.

Dia menyebut hal lain yang menarik adalah kenaikan minimum gaji pekerja di Jabodetabek sampai 40 persen atau Rp2,4 juta per bulan memiliki sisi negatif dan positif.

"Negatifnya kepada pengusaha terutama labour incentive, tapi di lain segi akan ada celah untuk meng-adjust harga kenaikan biaya buruh. Karena ada pertambahan jumlah potensi peningkatan konsumsi domestik karena UMR menjadi besar," ujarnya.

Jahja menambahkan, di sisi lain nilai tukar mata uang Rupiah sempat hampir menyentuh Rp10.000 per dolar AS, dan dia bersyukur akibat Bank Indonesia (BI) mengintervensi, maka nilai tukar bisa turun sampai Rp9.900 per dolar AS.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya optimis bahwa pertumbuhan makro ekonomi Indonesia baik. Namun apabila pemerintah mengabaikan permasalahan yang terjadi maka akan mengurangi kekuatan ekonomi Indonesia ke depannya.

"Ke depan, kami menunggu tindakan pemerintah menjaga neraca perdagangan sehingga menjaga ekonomi kita tetap stabil," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
35 menit yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
1 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
1 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
1 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
2 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved