Saham Mitra Pinasthika oversubscribed 3,7 kali

Rabu, 29 Mei 2013 - 10:53 WIB
Saham Mitra Pinasthika...
Saham Mitra Pinasthika oversubscribed 3,7 kali
A A A
Sindonews.com - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 3,7 kali.

Menurut Direktur DBS Vickers Securities Indonesia, Hendra Purnama, rekam jejak yang baik disinyalir sebagai kekuatan utama perseroan dalam menarik minat calon investornya.

"Fundamental yang kuat, kondisi keuangan yang sehat, manajemen yang kredibel serta didukung oleh prospek industri automotif yang cerah. Melihat track record (rekam jejak) perseroan, kami percaya saham MPMX akan terus mencetak kinerja gemilang dan menjadi salah satu pilihan utama bagi investor," ujar Hendra di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Dengan segman bisnis di sektor distribusi kendaraan bermotor, dia meyakini, saham perseroan akan diminati bukan hanya oleh investor domestik, tetapi juga investor asing.

"Komposisinya bisa berubah-ubah, tidak hanya investor domestik, tapi dalam penawaran ini paling banyak investor asing yang lebih tertarik," tukasnya.

Seperti diketahui, perseroan menetapkan harga perdana saham sebesar Rp1.500 per saham, dengan melepas 970 juta saham ke publik atau setara 27,37 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah penawaran perdana saham dengan nilai nominal Rp500.

Target raihan dana yang diharapkan perseroan dari prosesi tersebut mencapai Rp1,45 triliun. Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan untuk berbagai kebutuhan perseroan, seperti akuisisi perusahaan penyewaan kendaraan sekitar 25 persen, sekitar 23 persen digunakan oleh PT Federal Karyatama untuk pembangunan fasilitas pabrikasi dan pembotolan pelumas baru.

Sedangkan sekitar 19 persen untuk membiayai akuisisi sisa saham PT Federal Karyatama, 13 persen untuk mendanai sebagian pembelian kurang lebih 3.000 mobil baru, 8 persen untuk PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika sebagai ekspansi kegiatan operasi asuransi, 9 persen untuk melunasi utang ke PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank ANZ Indonesia, dan sisanya untuk modal kerja.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek hadi PT Morgan Stanley Asia Indonesia, PT Deutshce Securities Indonesia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities yang ditunjuk langsung oleh perseroan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved