PLN Sulawesi klaim hemat Rp468 juta per hari
Rabu, 29 Mei 2013 - 17:32 WIB
PLN Sulawesi klaim hemat Rp468 juta per hari
A
A
A
Sindonews.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso akan berdampak positif. Selain akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, juga diklaim mampu melakukan penghematan hingga Rp168 miliar per tahun.
Manager PLN Unit Pembangunan 13 Jaringan Sulawesi, YM Sutamtomo mengatakan, angka penghematan tersebut berasal dari penghentian penggunaan mesin pembangkit high speed diesel (HSD) yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Setelah PLTA ini beroperasi memang terjadi efisiensi biaya yang cukup besar. Di mana sebelum beroperasi, PLN harus mengeluarkan anggaran BBM sebesar Rp468 juta per hari untuk HSD berkapasitas 10 Megawatt (MW)," katanya, Rabu (29/5/2013).
Salah satu yang menarik dari pembangunan PLTA Poso, meski daerah ini pernah terlibat konflik, namun tim pengadaan lahan tidak mengalami kesulitan dalam hal melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan proyek listrik di kawasan tersebut. Masyarakat Poso yang multi etnis ternyata sangat terbuka.
Saat ini telah terpasang 421 tower sepanjang 137,2 km dari arah Poso ke Palu yang akan mencover Poso 30 MW dan Palu 60 MW. Sementara, untuk investasi jaringan mencapai Rp354 miliar. Di mana Poso-Poso Rp107 miliar dan Poso-Palu 247 miliar.
"Masyarakat Poso sendiri sudah menikmati daya 7 MW. Jika tidak ada halangan sebelum akhir 2013, pembangunan jaringan transmisi selesai dan PLTA sudah bisa mensuplai daya listrik sesesuai dengan kebutuhan, sehingga Palu dan Poso yang masih sering mengalami krisis listrik tidak akan terjadi," ungkap Manager Proyek Unit Pelaksanaan Konstruksi Sulawesi, Basuki Widodo.
Di bagian lain, kata dia, untuk memaksimalkan suplai listrik PLTA Poso di wilayah Sulawesi, pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan jaringan di seluruh wilayah Sulawesi yang diupayakan rampung pada Maret 2014.
Jaringan tersebut terbagi atas Sulawesi 1 menangani Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sulawesi 2 menangani Sulawesi Tengah dan Barat, dan Sulawesi 3 menangani Sulawesi Tenggara dan Selatan.
"Kita berharap sesuai rencana. Yang menjadi kendala terbesar adalah cuaca. Kalau hujan pembangunan tower harus dihentikan," katanya.
Manager PLN Unit Pembangunan 13 Jaringan Sulawesi, YM Sutamtomo mengatakan, angka penghematan tersebut berasal dari penghentian penggunaan mesin pembangkit high speed diesel (HSD) yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Setelah PLTA ini beroperasi memang terjadi efisiensi biaya yang cukup besar. Di mana sebelum beroperasi, PLN harus mengeluarkan anggaran BBM sebesar Rp468 juta per hari untuk HSD berkapasitas 10 Megawatt (MW)," katanya, Rabu (29/5/2013).
Salah satu yang menarik dari pembangunan PLTA Poso, meski daerah ini pernah terlibat konflik, namun tim pengadaan lahan tidak mengalami kesulitan dalam hal melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan proyek listrik di kawasan tersebut. Masyarakat Poso yang multi etnis ternyata sangat terbuka.
Saat ini telah terpasang 421 tower sepanjang 137,2 km dari arah Poso ke Palu yang akan mencover Poso 30 MW dan Palu 60 MW. Sementara, untuk investasi jaringan mencapai Rp354 miliar. Di mana Poso-Poso Rp107 miliar dan Poso-Palu 247 miliar.
"Masyarakat Poso sendiri sudah menikmati daya 7 MW. Jika tidak ada halangan sebelum akhir 2013, pembangunan jaringan transmisi selesai dan PLTA sudah bisa mensuplai daya listrik sesesuai dengan kebutuhan, sehingga Palu dan Poso yang masih sering mengalami krisis listrik tidak akan terjadi," ungkap Manager Proyek Unit Pelaksanaan Konstruksi Sulawesi, Basuki Widodo.
Di bagian lain, kata dia, untuk memaksimalkan suplai listrik PLTA Poso di wilayah Sulawesi, pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan jaringan di seluruh wilayah Sulawesi yang diupayakan rampung pada Maret 2014.
Jaringan tersebut terbagi atas Sulawesi 1 menangani Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sulawesi 2 menangani Sulawesi Tengah dan Barat, dan Sulawesi 3 menangani Sulawesi Tenggara dan Selatan.
"Kita berharap sesuai rencana. Yang menjadi kendala terbesar adalah cuaca. Kalau hujan pembangunan tower harus dihentikan," katanya.
(izz)
Lihat Juga :