Aksi Greenpeace dinilai merusak dunia usaha Indonesia

Kamis, 30 Mei 2013 - 21:12 WIB
Aksi Greenpeace dinilai...
Aksi Greenpeace dinilai merusak dunia usaha Indonesia
A A A
Sindonews.com - LSM Greeenpeace dan WWF dinilai hanya melakukan kampanye hitam (black campaign) untuk merusak dunia usaha di Indonesia seperti crude palm oil (CPO) dan industri pulp and paper.

Akibat kampanye hitam itu, harga CPO maupun industri pulp and paper Indonesia rusak di pasar Internasional. Hal ini terungkap dalam diskusi bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau dan Dinas Perkebunan Riau.

"Ini yang kita lihat, LSM Greenpeace dan WWF hanya mencari-cari masalah tentang CPO kita yang tidak ramah lingkungan. Tapi lingkungan yang mana tidak disebutkan. Kalau benar, ayo kita berdialog kalau mereka memang benar, tetapi mereka tidak pernah mau. Jadi jangan hanya menuding saja" kata Kasi Pengembangan Usaha Dinas Perkebunan Riau, Sri Ambar Kusuma Kamis, (30/5/2013).

Dia mencurigai bahwa aksi Greenpeace di Indonesia khususnya terhadap kampanye tentang CPO di tunggangi pihak asing yang ingin merusak pasar ekspor CPO Indonesia. Contohnya, jika memang murni kampanye lingkungan, kenapa Greenpeace tidak melakukan aksi tambang Freeport di Papua yang jelas merusak lingkungan.

"Jadi kita pertanyakan apa LSM asing itu benar-benar melindungi dunia atau menjadi pihak untuk kepentingan asing. Sekarang tidak hanya isu lingkungan, tetapi isu minyak sawit kita mengandung zat yang tidak sehat sekarang juga dihembuskan, " katanya.

Akibatnya, kata dia, harga minyak CPO di pasar Internasional mengalami penurunan. "Tidak hanya perusahaan sawit saja yang menjadi korbannya, tetapi petani sawit juga merasakan dampak akibat kampanye negatif yang dihembuskan LSM asing," jelasnya.

Sementara, Gapki juga membantah kalau sektor kelapa sawit menyumbang emisi gas kaca. "Karena berdasarkan dari sejumlah sumber yang kita kutip, Intergovemtal Panel on Climate Change (IPCC) pada 2010 dan Internasional Energi Egency (IEE) dan sejumlah sumber lainnya, CPO kita bukan penyumbang gas 10 besar. Tetapi yang terbesar adalah China, Amarika, India, Rusia, Jepang, dan Jerman" jelas

Hal yang sama juga diungkapkan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (AHPI). "Kampanye hitam oleh LSM asing membuat harga pulp and paper terus menurun. Kalau memang isu perusakan lingkungan, mari berdialog," kata Wakil Sekretaris APHI Komisariat Daerah Riau, Abdul Gaffar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
1 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
2 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
3 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved