Asosiasi jasa pelabuhan mogok di 11 pelabuhan

Senin, 03 Juni 2013 - 08:32 WIB
Asosiasi jasa pelabuhan...
Asosiasi jasa pelabuhan mogok di 11 pelabuhan
A A A
Sindonews.com - Perusahaan jasa pelabuhan, mitra PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, yang tergabung dalam beberapa asosiasi mulai melakukan mogok operasi pada hari ini di 11 pelabuhan di Indonesia.

"Jadi, hari ini kita tidak melakukan kegiatan. Pelabuhan sepi karena semuanya tidak melakukan kegiatan. Truk-truk kita juga diparkir di garasi," kata Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Fowarder Indonesia (ALFI), Iskandar Zulkarnain ketika dihubungi Sindonews, Senin (3/6/2013).

Menurut dia, mogok operasi oleh sejumlah perusahaan jasa pelabuhan tersebut dilakukan di 11 pelabuhan di Tanah Air, diantaranya di Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta, Pelabuhan Teluk Bayur-Sumatera Barat, Pelabuhan Panjang-Lampung, Pelabuhan Merak-Banten, Pelabuhan Tanjung Emas-Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya hingga Pelabuhan Sorong-Papua.

"Semua asoasiasi sudah sepakat berhenti operasi mulai hari ini di 11 pelabuhan hingga pelabuhan Sorong Papua juga tidak ada kegiatan," tandas Iskandar.

Aksi mogok operasi sejumlah asosiasi, seperti ALFI, Indonesian National Shipowners Association (INSA), Asosiasi Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan Forum Komunikasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) dilakukan sebagai aksi protes lantaran Pelindo II banyak membentuk anak usaha di luar bisnis pengelolaan kepelabuhan, sehingga mengancam bisnis pengusaha pelayaran dan logistik swasta.

"Kita berhenti operasi karena teman-teman asosiasi menenggarai bahwa Pelindo melakukan aksi kartel dengan membentuk perusahaan dalam perusahaan, sehingga mengancam eksistensi perusahaan yang sudah beroperasi sebelumnya," ujarnya.

Dia berharap pemerintah segera mencari solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, sehingga aksi tersebut tidak dilanjutkan. Pasalnya, jika aksi tersebut tidak segera ditanggapi akan menimbulkan dampak yang luas, tidak hanya kerugian bagi Pelindo, pengusaha swasta, pemerintah, pengguna, bahkan juga citra buruk di dunia internasional.

"Teman-teman berharap pemerintah memperhatikan masalah ini, dengan mencabut monopoli kebijakan Pelindo (membentuk banyak anak usaha). Kita juga ingin diajak dialog terkait hal ini," ujarnya.

Seperti diketahui, PT Pelindo II telah membentuk beberapa anak usaha di luar bisnis pengelolaan kepelabuhan. Anak perusahaan tersebut beroperasi dari hulu hingga hilir dalam bisnis kepelabuhanan. Beberapa diantaranya, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, dan lain-lain.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Telan Investasi Rp2,37...
Telan Investasi Rp2,37 Triliun, Progres Terminal Kijing Capai 55%
Pelindo II Tunda IPO...
Pelindo II Tunda IPO dan Akuisisi Pelabuhan Asing
Integrasi Pelabuhan,...
Integrasi Pelabuhan, Mengantarkan Semanggi Merebut Cuan
Banyak SDM Kurang Tahan...
Banyak SDM Kurang Tahan Tekanan di Dunia Kerja, Ini Penyebabnya
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Kinerja Penguasa Pelabuhan...
Kinerja Penguasa Pelabuhan Dihantam Gelombang Lockdown
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
26 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved