ECB peringatkan Lativia inflasi harus stabil

Rabu, 05 Juni 2013 - 18:18 WIB
ECB peringatkan Lativia...
ECB peringatkan Lativia inflasi harus stabil
A A A
Sindonews.com - Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan calon anggota zona euro, Latvia untuk menjaga harga jangka panjang, di mana inflasi saat ini berada di level rendah.

Dalam laporan kemajuan ekonomi dan hukum 2013, Latvia berada di jalur menuju anggota zona euro. Namun, ECB menyoroti keberlanjutan konvergensi inflasi.

Laporan ini akan menjadi fokus utama saat Parlemen Eropa dan menteri keuangan zona euro memutuskan pada 9 Juli mendatang, apakah Latvia dapat bergabung dengan mata uang tunggal atau tidak. Jika keputusan positif, Latvia akan menjadi anggota zona euro ke-18 pada 1 Januari 2014, mengikuti tetangganya, Estonia yang bergabung pada 2012.

ECB menyebutkan, Latvia memenuhi kriteria inflasi untuk bergabung dengan mata uang tunggal, dengan tingkat inflasi rata-rata pada 12 bulan sebesar 1,3 persen antara Mei 2012 dan April 2013.

"Ini jauh di bawah nilai referensi untuk kriteria pada stabilitas harga 2,7 persen. Namun, dalam 10 tahun inflasi harga konsumen Latvia sangat fluktuatif, berkisar rata-rata tahunan antara minus 1,2 persen-15,3 persen," tulis ECB, seperti dilansir dari Economic Times, Rabu (5/6/2013).

"Ini karena Latvia telah mengalami periode boom-bust besar dan volatilitas makroekonomi yang tinggi. Mempertahankan tingkat inflasi rendah Latvia dalam jangka menengah akan menantang," lanjutnya.

Beralih ke kriteria konvergensi anggaran, Uni Eropa menemukan Latvia memiliki defisit anggaran berlebih dan telah diberi tenggat waktu tahun ini untuk mengoreksinya.

ECB mengatakan, rasio defisit terhadap PDB dihitung sebesar 1,2 persen pada 2012, jauh di bawah platform 3,0 persen yang ditetapkan Uni Eropa. Utang pemerintah secara keseluruhan sebesar 40,7 persen pada 2012, juga jauh di bawah aturan Uni Eropa 60 persen. "Namun demikian, keberlanjutan jangka panjang konvergensi ekonomi menjadi perhatian," tegas ECB.

Latvia telah menjadi anggota Uni Eropa sejak 2004. Namun mereka terpukul keras krisis hingga ekonomi mengalami kontraksi hampir sebesar 25 persen pada 2008-2009. Tahun lalu, produk domestik bruto (PDB) Latvia meningkat sebesar 5,6 persen, sebagai kinerja terkuat di Uni Eropa.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Presiden Jokowi di KTT...
Presiden Jokowi di KTT ASEAN - Uni Eropa
Duta Besar Uni Eropa...
Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi Jadi Dosen Tamu di UKI
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
3 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
4 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved