Hatta berharap NSW segera diterapkan di Indonesia
Senin, 10 Juni 2013 - 11:29 WIB
Hatta berharap NSW segera diterapkan di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta agar Indonesia segera mewujudkan teknologi informasi yang baik untuk menyambut sistem perdagangan National Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) sebagai bagian dari AEC 2015.
"Sistem perdagangan di kawasan ASEAN saja sudah pakai National Single Window. Jadi mau ekspor enggak perlu datang ke pelabuhan. Di mana saja bisa ekspor pake sistem NSW," ujarnya di gedung BPPT, Jakarta, Senin (10/6/2013).
Hatta juga meminta dalam mewujudkan ASW, sumber daya manusia Indonesia harus siap dalam pengoperasian teknologi informasi agar sistem perdagangan yang selama ini tercecer di beberapa Kementerian dapat diurus dalam satu pintu.
"Nanti akan ada ASEAN Single Window. Kesiapan kita yang paling penting tergantung SDM-nya. Itu operasinya akan baik semuanya apabila seluruh kewenangan dan regulatornya yang ada dan selama ini tercecer di beberapa kementerian bisa dijadikan satu sistem," paparnya.
Dia mencontohkan, kewenangan masalah izin impor yang masih rumit, dia harapkan dengan penerapan ICT ini seluruh peraturan bisa masuk dalam satu sistem.
"Contohnya kewenangan masalah izin impor kalau enggak diletakkan dalam NSW, nanti akan lari lagi ke masing-masing kementerian. Percuma saja, pada akhirnya manusianya lagi yang dikejar-kejar. Kita inginkan seluruh peraturan masuk ke satu sistem dan sistem ini yang bekerja," katanya.
Hatta juga menungkapkan, apabila NSW dan ASW ini diberlakukan dengan baik, maka potensi terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dapat ditekan.
"Jadi less paper work dan kecil bersentuhan dengan manusia. Inilah yang disebut beaureaucracy critical reform, sehingga kemungkinan terjadinya KKN kecil karena yang bergerak sistem," pungkasnya.
"Sistem perdagangan di kawasan ASEAN saja sudah pakai National Single Window. Jadi mau ekspor enggak perlu datang ke pelabuhan. Di mana saja bisa ekspor pake sistem NSW," ujarnya di gedung BPPT, Jakarta, Senin (10/6/2013).
Hatta juga meminta dalam mewujudkan ASW, sumber daya manusia Indonesia harus siap dalam pengoperasian teknologi informasi agar sistem perdagangan yang selama ini tercecer di beberapa Kementerian dapat diurus dalam satu pintu.
"Nanti akan ada ASEAN Single Window. Kesiapan kita yang paling penting tergantung SDM-nya. Itu operasinya akan baik semuanya apabila seluruh kewenangan dan regulatornya yang ada dan selama ini tercecer di beberapa kementerian bisa dijadikan satu sistem," paparnya.
Dia mencontohkan, kewenangan masalah izin impor yang masih rumit, dia harapkan dengan penerapan ICT ini seluruh peraturan bisa masuk dalam satu sistem.
"Contohnya kewenangan masalah izin impor kalau enggak diletakkan dalam NSW, nanti akan lari lagi ke masing-masing kementerian. Percuma saja, pada akhirnya manusianya lagi yang dikejar-kejar. Kita inginkan seluruh peraturan masuk ke satu sistem dan sistem ini yang bekerja," katanya.
Hatta juga menungkapkan, apabila NSW dan ASW ini diberlakukan dengan baik, maka potensi terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dapat ditekan.
"Jadi less paper work dan kecil bersentuhan dengan manusia. Inilah yang disebut beaureaucracy critical reform, sehingga kemungkinan terjadinya KKN kecil karena yang bergerak sistem," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :