Kurs rupiah dikhawatirkan picu defisit migas berkepanjangan

Kamis, 13 Juni 2013 - 09:51 WIB
Kurs rupiah dikhawatirkan...
Kurs rupiah dikhawatirkan picu defisit migas berkepanjangan
A A A
Sindonews.com - Merangkaknya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan mempengaruhi perdagangan minyak dan gas (migas) serta bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan defisit migas makin berlarut-larut.

"Kalau ada kenaikan USD1 saja harga, walaupun dari segi produksi memang ada kenaikan, tapi dari impor itu lebih banyak lagi. Impor kita sekarang 350 ribu barel per hari untuk minyak mentah, terus 400 ribu untuk BBM. Jadi, total 750 barel per hari. Sedangkan produksi dalam negeri hanya 650 ribu barel per hari," uja rWakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Sekretariat Ikatan Alumni ITB, Jakarta, Rabu (12/6/2013) malam.

Dia mengaku telah membicarakan hal tersebut ke Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bahwa apabila impor migas ditambah dengan naiknya rupiah terus terjadi, maka akan terjadi kenaikan defisit neraca perdagangan migas berkepanjangan.

"Jadi kalau yang diproduksi dalam negeri 650 ribu barel per hari, impor 750 ribu. Makanya saya bilang ke Mendag defisit perdagangan migas akan relatif terus karena memang kenaikannya terus," tambahnya.

Terkait beban subsidi apabila kurs rupiah terus naik, dia berharap agar kurs yang telah ditetapkan dalam RAPBNP sebesar Rp9.600 per USDS masih terus bergerak dan fluktuatif.

"Memang dalam RAPBNP itu kursnya Rp9.600 per dolar. Mudah-mudahan fluktuatif," imbuhnya. Tetapi Susilo menegaskan agar angka kurs tersebut tidak perlu direvisi kembali karena sudah ditetapkan secara resmi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved