Pemerintah diminta segera selesaikan soal pangan

Jum'at, 14 Juni 2013 - 13:15 WIB
Pemerintah diminta segera...
Pemerintah diminta segera selesaikan soal pangan
A A A
Sindonews.com - Ekonom Didik J Rachbini mengatakan, masih banyak permasalahan yang mengakibatkan terhambatnya produksi bahan pangan, sehingga berujung inflasi.

"Ada masalah lahan di mana kepemilikan lahan petani sangat rendah karena pemilik lahan ternyata korporasi, konversi lahan pertanian ke sektor lainnya mencapai 113 ribu hektar/tahun, pembangunan dan pembukaan lahan baru sangat lamban dan sulit diwujudkan, dan yang terakhir dana APBN untuk cetak sawah tidak terpakai," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Karena itu, Didik meminta pemerintah melakukan hal-hal untuk merevitalisasi sektor pertanian Indonesia dengan berbagai langkah.

"Diantaranya perluasan lahan pertanian pengganti lahan produksi yang sekarang jadi perumahan seluas 113 ribu hektar harus ada angarannya," ujarnya.

Dia juga merekomendasikan pembangunan lahan pertanian baru di Maluku, Seram, dan Papua. Pihaknya meminta pemerintah memanfaatkan lahan-lahan terlantar untuk dapat dimaksimalkan.

"Lalu untuk menjaga stabilitas harga pangan, peranan Bulog harus meningkat dan diperkuat dengan anggaran negara," tegasnya.

Terakhir, Didik meminta pemerintah untuk meningkatkan dan memperkuat kelembagaan pertanian dengan cara membangun pasar petani di kawasan yang luas bisa menampung petani di tingkat propinsi.

"Inflasi tahun ini akan tinggi karena kita tertekan akibat sektor finansial yang diakibatkan impor minyak yang juga tinggi. Karena itu kita harus menjaga suplai pangan dan memperkuat kembali sektor pertanian kita karena tidak ada negara yang kuat tanpa ditopang sektor pertanian yang juga kuat," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
3 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
4 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved