Akhir pekan, Wall Street terkoreksi

Sabtu, 15 Juni 2013 - 10:34 WIB
Akhir pekan, Wall Street...
Akhir pekan, Wall Street terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Bursa saham Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat berakhir terkoreksi setelah hari sebelumnya berhasil rebound. Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran langkah Bank Sentral di dunia yang akan segera memangkas program stimulusnya.

Ketidakpastian mengenai kebijakan moneter di seluruh dunia tersebut menyebabkan terjadinya gejolak di pasar saham. Kekhawatiran tersebut bertambah setelah pada awal pekan ini Bank Sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya.

Perhatian pelaku pasar saat ini terfokus pada hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan depan. Pernyataan Gubernur the Fed, Ben Bernanke pada 22 Mei lalu menyulut kekhawatiran bahwa Bank Sentral Amerika Serikat akan mulai memangkas program stimulus.

"Bernanke akan mencoba menenangkan pasar dan mempertahankan posisinya dengan tidak akan segera melakukan pemangkasan stimulus. Dan pasar saham menginginkan waktu yang lebih panjang, tapi saya ragu mereka akan mendapatkannya," kata Analis Pasar Prudential Financial, Quincy Krosby seperti dilansir Reuters, Sabtu (15/6/2013).

Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jones turun 105,90 poin atau 0,70 persen menjadi 15.070,18; indeks S&P 500 melemah 9,63 poin atau 0,59 persen ke 1.626,73 dan indeks Nasdaq 21,81 poin atau 0,63 persen menjadi 3.423,56.

Tercatat sebanyak 5,5 miliar saham ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini, yang mencapai 6,39 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved