Tiga fraksi tolak kenaikan BBM

Sabtu, 15 Juni 2013 - 16:26 WIB
Tiga fraksi tolak kenaikan...
Tiga fraksi tolak kenaikan BBM
A A A
Sindonews.com - Rapat kerja (raker) antara Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah dalam rangka pembahasan terakhir Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 diwarnai pendapat mini fraksi. Tiga fraksi, yaitu PDIP, PKS dan Hanura terang-terangan menolak dinaikkanya harga bahan bakar minyak (BBM).

Fraksi Hanura yang diwakili oleh Nurdin Tampubolon menolak kenaikan harga BBM karena bertolak belakang dengan kemakmuran rakyat.

"Inflasi 7,2 persen akan menurunkan daya beli dan menambah orang miskin," ujar Nurdin di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (15/6/2013).

Fraksi PKS yang diwakili Yudi Widiana juga menolak kenaikan harga BBM, terutama berkaitan dengan bulan Ramadhan, Lebaran serta tahun ajaran baru.

"Pemerintah tidak mengalkulasi secara matang. Pemberian Kompensasi hanya berdimensi jangka pendek. Hal ini bisa menyebabkan ekspor kita makin jatuh, UMKM akan terpuruk dan sebagainya," kata Yudi.

Senada dengannya, Fraksi PDIP yang diwakili Said Muhammad Mulyadi juga menolak kenaikan harga BBM karena tidak memakmurkan rakyat.

"Apakah ini yang namanya untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat? Kalau pemerintah masih bisa subdsidi, itulah saatnya pemerintah harus menyubsidi masyarakat," tegasnya.

Dia juga menyebut angka inflasi sekitar 6 persen yang disodorkan PDIP adalah angka inflasi tanpa kenaikan harga BBM. Dia juga mengutarakan agar sejumlah desa diberi stimulus untuk melawan inflasi.

"Angka inflasi 6 persen itu dengan hitungan BBM tidak naik. Kita bahkan perlu perlu stimulus berbasis desa. Padat karya di 28 ribu desa untuk melawan inflasi. Yang pasti, PDIP punya postur tanpa kenaikan harga BBM," tandas Said.

Sementara, fraksi Gerindra yang diwakili Fary Djemi Francis secara umum menyetujui postur anggaran dan kenaikan harga BBM tetapi dia menolak pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

"Sebenarnya tidak sependapat BLSM karena politis menjelang pemilu, skema kompensasi benar-benar 'balsem' yang membuat ketergantungan. BLSM hanya tempatkan masyarakat penerima bantuan sebagai korban," ujarnya

Sedangkan fraksi PKB, PPP, PAN dan Demokrat menerima postur anggaran APBNP 2013 beserta kenaikan harga BBM.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved