Kebijakan pemerintah dinilai cenderung rugikan pengusaha

Senin, 17 Juni 2013 - 16:19 WIB
Kebijakan pemerintah...
Kebijakan pemerintah dinilai cenderung rugikan pengusaha
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai kebijakan yang diterbitkan pemerintah cenderung merugikan pengusaha. Kebijakan pada sektor pajak, perizinan, lingkungan, justru memperlambat sektor industri mengembangkan usahanya.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Publik dan Fiskal, Haryadi Sukamdani mengakui, pasca bergulirnya reformasi, kebijakan yang diterbitkan pemerintah dan legislatif, cenderung merugikan pengusaha. Padahal, sektor industri diklaim telah memberi andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

"Sebagian besar kebijakan yang muncul melalui sejumlah peraturan dari tingkat pusat atau daerah justru merugikan pengusaha. Ini kan kontra produktif dengan upaya pengusaha dalam memajukan ekonomi kita," jelasnya saat acara Pelatihan Advokasi Kebijakan Publik di gadung Kadin Jawa Barat, Bandung, Senin (17/6/2013).

Dia mencontohkan, beberapa kebijakan yang kontraproduktif bagi dunia usaha yaitu terbitnya aturan tender Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk sektor farmasi. Kebijakan tersebut justru merugikan pengusaha farmasi.

Selain itu, kebijakan yang sering bersentuhan dengan sektor industri yaitu peraturan perizinan perumahan dan lingkungan kawasan industri. Begitupun dengan persoalan pajak, seperti Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Menurutnya, hampir setiap tahun pemerintah menaikkan PBB sekitar 10-15 persen. Efeknya, harga lahan naik. Kondisi tersebut memaksa pengusaha properti menaikkan harga kepada masyarakat. Dia justru beranggapan, pemerintah memarginisasi pajak dari masyarakat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Akomodir Kepentingan...
Akomodir Kepentingan Daerah, Kadin Jabar Dukung Arsjad Rasjid
Bandel Munas Kadin Tetap...
Bandel Munas Kadin Tetap Digelar, Awas Kena Covid!
Konvensi ALB KADIN Digelar...
Konvensi ALB KADIN Digelar Besok secara Daring
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Rosan, Arsjad dan Anin...
Rosan, Arsjad dan Anin Puas dengan Hasil Munas KADIN
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
26 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
1 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
2 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved