PKS: Kenaikan BBM, kado spesial untuk buruh
Senin, 17 Juni 2013 - 16:55 WIB
PKS: Kenaikan BBM, kado spesial untuk buruh
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR dari fraksi PKS, Andi Rahmat mengutarakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan memukul kaum buruh yang baru menikmati kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP).
"Baru saja buruh menikmati kenaikan gaji, kita malah menaikkan harga BBM yang berujung inflasi. Itu "kado" sekali buat para buruh," sindirnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Andi juga menyebut inflasi di pedesaan bisa menyentuh angka 10 persen, dan ini tidak sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.
"Inflasi di pedesaan bisa sampai 10 persen. Jadi kalau bilang mengurangi kemiskinan, upaya pemerintah tidak terlihat seperti itu," lanjutnya.
Dia menambahkan, dengan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp20,5 triliun tahun kemarin, keputusan menaikkan harga BBM ini seperti melembagakan kemiskinan.
"Saya ingin mengatakan di APBN kita akhir tahun lalu ada surplus dan ada SAL sebesar Rp20 triliun. Ini kan anomali, melembagakan inflasi masyarakat miskin," pungkasnya.
"Baru saja buruh menikmati kenaikan gaji, kita malah menaikkan harga BBM yang berujung inflasi. Itu "kado" sekali buat para buruh," sindirnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Andi juga menyebut inflasi di pedesaan bisa menyentuh angka 10 persen, dan ini tidak sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.
"Inflasi di pedesaan bisa sampai 10 persen. Jadi kalau bilang mengurangi kemiskinan, upaya pemerintah tidak terlihat seperti itu," lanjutnya.
Dia menambahkan, dengan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp20,5 triliun tahun kemarin, keputusan menaikkan harga BBM ini seperti melembagakan kemiskinan.
"Saya ingin mengatakan di APBN kita akhir tahun lalu ada surplus dan ada SAL sebesar Rp20 triliun. Ini kan anomali, melembagakan inflasi masyarakat miskin," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :