Tingkat penyerapan elpiji 12 kg rendah

Selasa, 18 Juni 2013 - 14:44 WIB
Tingkat penyerapan elpiji...
Tingkat penyerapan elpiji 12 kg rendah
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa tingkat penyerapan operasi pasar elpiji 12 kilogram (kg) di Jawa bagian Barat relatif rendah.

Vice President Corporate Pertamina, Ali Mundakir menuturkan bahwa dengan penyerapan rendah, maka elpiji 12 kg terutama di wilayah tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kenyataan ini menunjukan bahwa kebutuhan masyarakat selama ini telah tercukupi karena sifat komoditas elpiji sangat berbeda dibandingkan dengan komoditas bahan kebutuhan pokok, seperti beras atau minyak goreng," kata Ali dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Menurut Ali, jika ada operasi pasar minyak goreng atau beras, biasanya tingkat penyerapan masyarakat masih tetap tinggi karena keduanya bisa disimpan. Namun berbeda dengan elpiji jika belum habis, maka masyarakat tidak akan membeli karena tidak ada tabung yang akan ditukarkan.

Dia berharap masyarakat untuk membeli di agen terdekat jika masih ada pengecer yang tetap menjual dengan harga tinggi. Ali meminta masyarakat untuk melaporkan pengecer nakal kepada Pertamina melalui kontak Pertamina 500000 (GSM: 021-500000) dan SMS ke 0815-9-500000 atau langsung kepada pihak berwajib.

"Pertamina akan meminta para Agen untuk tidak lagi melayani para penyalur/pengecer yang terbukti menjual dengan harga di luar kewajaran," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai tingginya harga elpiji 12 kg disebabkan karena sejumlah agen nakal yang mencoba menyetok barang supaya naik mengikuti tren kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan segera diputuskan pemerintah.

Dia berharap Pertamina memberikan sanksi kepada agen-agen nakal tersebut. "Pertamina bisa menjatuhkan sanksi kepada mereka," tandas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved