AEC ancam tenaga kerja lokal

Selasa, 18 Juni 2013 - 15:27 WIB
AEC ancam tenaga kerja...
AEC ancam tenaga kerja lokal
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, ASEAN Economic Community (AEC) 2015 mengancam tenaga kerja lokal.

Ketua Kadin Kota Bandung, Deden Y Hidayat mengakui, tenaga kerja bersertifikasi profesi masih sangat minim. Sementara AEC 2015 menuntut tenaga kerja minimal level manajer memiliki sertifikasi profesi.

Kondisi ini berbeda dengan tenaga kerja asal negara tetanggan, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan lainnya yang sebagian besar telah bersertifikasi.

"Kondisi tersebut menjadi ancaman bagi pekerja lokal. Nyaris sebagian besar tenaga kerja di Bandung belum memiliki sertifikasi profesi," kata Deden di Bandung, Selasa (18/6/2013).

Dia memperkirakan, proyek insfrastruktur di Indonesia yang menggunakan dana luar negeri akan mewajibkan tenaga kerja dengan sertifikasi internasional.

Kondisi tersebut diperkirakan akan memicu masuknya tenaga kerja bersertifikasi dari luar negeri. Deden menceritakan, saat ini saja, tenaga kerja manajer kontruksi dari Srilangka dan Filipina telah masuk ke Jawa Tengah. Mereka direkrut menjadi tenaga supervisi pembangunan hotel di Semarang.

Menurutnya, di Kota Bandung paling tidak diperlukan sekitar 77 ribu tenaga kerja bersertifikasi. Yaitu dari sektor kontruksi, IT, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Termasuk sektor ekonomi sekelas manajer koperasi dan korporasi industri.

"Masuknya jajaran profesional di kelas manajer, sebenarnya telah masuk ke Jawa Barat sejak lama. Kalau kita perhatikan, sebagian besar tenaga profesional pada sektor tekstil menggunakan tenaga dari Korea. Karena memang mereka telah memiliki sertifikasi internaisonal," pungkasnya.

Minimnya sertifikasi ditingkat manajer, lanjut dia, juga berperan terhadap keberhasilan sektor ekonomi. Seperti pada koperasi. Tidak sedikit koperasi di Jabar yang mati suri, akibat tidak profesionalnya para pengurus.

Ketika ditanya upaya Kadin memfasilitasi tersebut, Deden mengaku saat ini pihaknya berencana membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Lembaga tersebut akan menginduk kepada Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Tengah. Acuan tersebut dikarenakan Jabar belum memiliki BKSP.

"Saat ini masih dalam proses menyelesaikan beberapa persyaratan. Seperti tenaga assesor sebanyak enam orang. Kami berharap, bulan Agustus proses LSP untuk profesi manager koperasi dan LSP untuk supervisi termasuk IT," beber dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
21 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
30 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
47 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved