PTPN VII Supa lakukan perbaikan mesin secara overhaul

Rabu, 19 Juni 2013 - 16:02 WIB
PTPN VII Supa lakukan...
PTPN VII Supa lakukan perbaikan mesin secara overhaul
A A A
Sindonews.com - PT Perkebunan Nasional (PTPN) VII Unit Sungai Lengi Pabrik (Supa), Desa Panang Jaya Kabupaten Muaraenim akan melakukan perbaikan mesin pabrik secara menyeluruh (overhaul).

Karena itu, perusahaan akan menghentikan sementara kegiatan pengelolaan sawit. "Rencananya hari ini, kita terakhir melakukan pengelolaan sawit. Sebab, kita akan melakukan perbaikan mesin," ujar Humas PTPN VII Unit Supa, Kharisma di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2013).

Menurutnya, kegiatan over haul ini membutuhkan waktu sekitar 48 hari. Namun, demikian pihaknya akan mengupayakan proses ini dapat selesai selama 30-35 hari. Selama perbaikan berlangsung, kata dia, pengelolaan sawit akan dipindahkan ke PTPN VII Unit Usaha Sungai Niru (Suni) di Desa Cinta Kasih, Belimbing.

"Sejak 1992 belum pernah dilakukan perbaikan overhaul mesin pabrik. Selama ini, pihak perusahaan hanya melakukan perbaikan kecil ataupun servis rutin," ungkap dia.

Kharisma menjelaskan, setiap hari PTPN VII Unit Supa mendapatkan pasokan sawit sebanyak 150 ton per hari dari PTPN VII Unit Sungai Lengi Tanaman (Suta). Namun, untuk pengolahan akan dilakukan selama dua hingga tiga hari sekali atau sebanyak 300-500 ton dengan kecepatan mesin 30-35 ton per jam per tandan buah segar (TBS).

Pihaknya menargetkan pada semester II tahun ini produksi sawit mencapai 153 ribu ton. "Untuk harga sawit saat ini fluktuatif. Yakni sekitar Rp1.200 sampai Rp1.300 per Kg," papar Kharisma.

Kharisma menambahkan, selama tidak melakukan pengelolaan pihak perusahaan akan memberikan pelatihan kepada para karyawan yang ada di seluruh divisi. Selain itu, juga akan dilakukan pembersihan pabrik.

"Untuk total karyawan ada sebanyak 183 orang. Baik bidang teknisi, sentral, pabrik dan lain-lain," terang dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Muaraenim, Mat Kasrun mengimbau kepada pihak perusahaaan untuk dapat merevitaalisasi mesin pengelolaan sawit. Sehingga, dapat menunjang produktivitas perusahaan dan inti plasma.

"Kami harap pihak perusahaan dapat melakukan revitalisasi dan perbaikan mesin-mesin pabrik. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas CPO yang ada," imbuh Mat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
10 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
43 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Terkuat di...
10 Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer Versi GFP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved