BI Rate diyakini sulit tahan modal asing

Kamis, 20 Juni 2013 - 12:46 WIB
BI Rate diyakini sulit...
BI Rate diyakini sulit tahan modal asing
A A A
Sindonews.com - Pelaku pasar modal menghkawatirkan keluarnya dana asing secara besar-besaran dari Indonesia, meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI Rate dari 5,75 persen menjadi 6 persen.

Keluarnya dana asing dari Indonesia dikhawatirkan akan menggoyahkan iklim investasi di dalam negeri. Apalagi, sekitar 60 persen dana di pasar modal berasal dari dana asing.

"Ini yang kita khawatirkan, dana asing akan keluar dari pasar modal Indonesia," jelas Brand Manager PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) Asep Saefudin di Bandung, Kamis (20/6/2013).

Menurutnya, kenaikan BI Rate diprediksi sulit menahan dana asing keluar dari Indonesia. Terlebih, kondisi ekonomi Amerika Serikat yang terus membaik, diperkirakan akan menarik kembali dana asing masuk ke negara tersebut.

Dia menuturkan, dana tersebut diperkirakan tidak hanya keluar dari Indonesia, tapi juga dari beberapa negara lainnya. Investor juga di bayang-bayangi ketidakpastian kondisi ekonomi nasional dengan angka inflasi yang terus naik.

Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi sejak awal tahun juga membayang-bayangi investor atas kondisi inflasi di Indonesia. "Mestinya harus segera diputuskan. Sehingga investor asing bisa meraba berapa angka inflasi kita," jelasnya.

Defisit angka perdagangan nasional, lanjut Asep, juga berpengaruh terhadap kepercayaan investor asing. Belum lagi, pelemahan nilai tukar rupiah yang terus mengkhawatirkan. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp9.900.

Dia mengatakan, jika pemerintah ingin mempertahankan dana asing di Indonesia, BI harus terus meningkatkan BI Rate, sebanding dengan angka inflasi di Indonesia.

"Kalau angka inflasi pada kisaran 7 persen, mestinya BI Rate bisa mengimbangi di angka itu. Bagaimanapun kita harus bermanis dulu dengan mereka," bebernya.

Ketika disinggung, kemungkunan BI Rate menarik investor yang saat ini berinvestasi di Malaysia, Singapura, dan negara lainnya di kawasan ASEAN, Asep menegaskan, belum bisa memberi banyak harapan. Stabilitasi ekonomi serta negara-negara ASEAN lainnya dinilai lebih mapan dan mendorong investor tetap bertahan di negara-negara tersebut.

"Mempertahankan dana aisng saja kelihatannya susah. Apalagi menarik mereka masuk," pungkas Asep.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
26 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
1 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
2 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
3 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved