Pertamina imbau masyarakat tak beli BBM berlebihan
Kamis, 20 Juni 2013 - 17:15 WIB
Pertamina imbau masyarakat tak beli BBM berlebihan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara berlebihan terkait dengan rencana kebijakan kenaikan harga BBM.
Pasalnya, saat ini stok BBM yang dikelola Pertamina lebih dari cukup untuk mencapai sekitar 22 hari untuk premium dan sekitar 20 hari untuk solar.
VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan stok BBM yang cukup untuk mengatasi lonjakan konsumsi menjelang pengumuman resmi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi oleh pemerintah.
“Kami memastikan ketersediaan stok BBM, khususnya premium dan solar sangat cukup bagi masyarakat. Stok yang dalam posisi aman,” ujar Ali dalam siaran persnya, Kamis (20/6/2013).
Ali memastikan, pihaknya telah megeluarkan kebijakan agar SPBU tetap buka sampai 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Berdasarkan pantauan Pertamina terhadap penyaluran BBM premium dalam dua pekan terakhir, terjadi peningkatan konsumsi harian BBM bersubsidi, khusunya Selasa (18/6/2013), dimana premium melonjak dari 80 ribu kiloliter per hari menjadi 90 ribu kiloliter per hari atau 12,5 persen.
"Sedangkan solar dari 43 ribu kiloliter per hari menjadi 48 ribu kiloliter per hari atau 11,6 persen. Ini masih sesuai prediksi," imbuhnya.
Ali melanjutkan, selain itu Pertamina juga mewaspadai adanya gangguan dan hambatan pada jalur distribusi BBM bersubsidi yang dapat mengakibatkan kurangnya pasokan BBM kepada masyarakat.
"Oleh sebab itu kami telah membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di Kantor Pusat dan seluruh Kantor Regional Pertamina mulai dari 17 Mei kemarin hingga 30 Juni 2013 untuk memantau dan memastikan kehandalan pasokan BBM dan LPG. Kami juga berkoordinasi dengan Kepolisian RI dan TNI untuk pengamanan SPBU dan objek vital lainnya,” pungkas Ali.
Pasalnya, saat ini stok BBM yang dikelola Pertamina lebih dari cukup untuk mencapai sekitar 22 hari untuk premium dan sekitar 20 hari untuk solar.
VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan stok BBM yang cukup untuk mengatasi lonjakan konsumsi menjelang pengumuman resmi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi oleh pemerintah.
“Kami memastikan ketersediaan stok BBM, khususnya premium dan solar sangat cukup bagi masyarakat. Stok yang dalam posisi aman,” ujar Ali dalam siaran persnya, Kamis (20/6/2013).
Ali memastikan, pihaknya telah megeluarkan kebijakan agar SPBU tetap buka sampai 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Berdasarkan pantauan Pertamina terhadap penyaluran BBM premium dalam dua pekan terakhir, terjadi peningkatan konsumsi harian BBM bersubsidi, khusunya Selasa (18/6/2013), dimana premium melonjak dari 80 ribu kiloliter per hari menjadi 90 ribu kiloliter per hari atau 12,5 persen.
"Sedangkan solar dari 43 ribu kiloliter per hari menjadi 48 ribu kiloliter per hari atau 11,6 persen. Ini masih sesuai prediksi," imbuhnya.
Ali melanjutkan, selain itu Pertamina juga mewaspadai adanya gangguan dan hambatan pada jalur distribusi BBM bersubsidi yang dapat mengakibatkan kurangnya pasokan BBM kepada masyarakat.
"Oleh sebab itu kami telah membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di Kantor Pusat dan seluruh Kantor Regional Pertamina mulai dari 17 Mei kemarin hingga 30 Juni 2013 untuk memantau dan memastikan kehandalan pasokan BBM dan LPG. Kami juga berkoordinasi dengan Kepolisian RI dan TNI untuk pengamanan SPBU dan objek vital lainnya,” pungkas Ali.
(gpr)
Lihat Juga :