China-Taiwan kembali sepakati perdagangan bebas

Jum'at, 21 Juni 2013 - 18:43 WIB
China-Taiwan kembali...
China-Taiwan kembali sepakati perdagangan bebas
A A A
Sindonews.com - China dan Taiwan kembali menandatangani perjanjian perdagangan bebas di bidang pelayanan. Hal tersebut merupakan rangkaian dari perjanjian ekonomi yang dilatarbelakangi upaya meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Dilansir dari AFP, Jumat (21/6/2013), hubungan China daratan dan Taiwan telah meningkat secara signifikan sejak partai Kuomintang yang bersahabat dengan China mengambil alih kekuasaan pada 2008.

Kantor berita resmi China, Xinhua mengatakan, berdasarkan perjanjian baru, daratan akan membuka 80 dari sektor jasa untuk perusahaan Taiwan. Sementara Straits Exchange Foundation (SEF) menyebutkan, Taiwan pada gilirannya akan memungkinkan investasi untuk China di 64 sektor jasa.

Kedua belah pihak mengungkapkan, sektor yang dibahas meliputi telekomunikasi, konstruksi, distribusi, perlindungan lingkungan, kesehatan, pariwisata, hiburan, budaya, olahraga, transportasi dan keuangan. Namun, mereka tidak memberikan rincian secara detail.

Pakta ini merupakan bagian tindak lanjut dari Kerangka Perjanjian Kerja Sama Ekonomi yang ditandatangani pada 2010, untuk mengurangi hambatan perdagangan antara China dan Taiwan.

Namun, pihak oposisi Partai Progresif Demokratik Taiwan (DPP) mengkritik perjanjian terakhir, dengan menyebutkan akan menyakiti perusahaan jasa Taiwan yang lebih kecil.

Sekitar 50 orang yang mewakili industri penerbitan Taiwan protes di Taipei hari ini. Mereka mendesak Presiden Ma Ying-jeou menolak perjanjian.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
10 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
17 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved