Sopir angkot digarut naikkan tarif sepihak

Senin, 24 Juni 2013 - 18:44 WIB
Sopir angkot digarut...
Sopir angkot digarut naikkan tarif sepihak
A A A
Sindonews.com - Pengemudi angkutan kota (Angkot) di Kabupaten Garut mulai menaikan tarif baru secara sepihak pada para penumpangnya. Kenaikan tarif jasa angkutan yang diberlakukan setiap sopir angkot, rata-rata mencapai Rp1.000 dari biasanya.

"Kami sudah menanggung harga premiun Rp6.500 per liter sekarang. Bila masih menggunakan harga lama, pendapatan kami bisa berkurang," kata Agus Susanto (32), sopir angkot jurusan Terminal Guntur-Bayongbong, Senin (24/6/2013).

Menurut dia, keputusan menaikan biaya sebesar Rp1.000 tersebut dilakukan karena dirinya mesti mempertimbangkan beberapa pengeluaran dan pemasukan. Selain harga bahan bakar, biaya setoran mereka selaku sopir kepada pemilik mobil pun ikut bertambah.

"Itu menjadi alasan kenapa kami menaikan harga tarif sebelum ada keputusan dari pemerintah," ujarnya.

Biasanya, tarif angkutan dari Terminal Guntur menuju Kecamatan Bayongbong dan sebaliknya sebesar Rp4.000. Kini, tarif angkutan di trayek ini naik menjadi Rp5.000.

Hal yang sama diungkapkan sopir angkot lainnya, Didin (36). Menurut Didin, dampak lain dari kenaikan BBM yang mesti dipikirkan para sopir adalah mahalnya harga suku cadang mobil.

"Harga ban, harga shock breaker, dan lainnya sudah mulai naik. Kami bisa rugi bila tidak menaikan harga tarif," imbuhnya.

Meski belum diputuskan oleh pemerintah daerah, Organda Kabupaten Garut telah mengusulkan kenaikan tarif jasa angkutan sebesar 30 hingga 35 persen.

Ketua Organda Kabupaten Dayun Ridwan meminta agar pemerintah dapat segera melakukan pembahasan mengenai besaran tarif baru ini.

"Kenaikan itu merupakan hal yang wajar karena baik pengusaha angkutan atau pun sopir, mereka sama-sama dihadapkan situasi sulit. Mereka harus memikirkan berapa pendapatan per hari ditengah-tengah naiknya sejumlah pengeluaran. Belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Bila harga lama tetap diberlakukan, bisa banyak angkutan yang berhenti beroperasi karena gulung tikar," ungkapnya.

Adapun jumlah angkutan umum di Garut terdiri sebanyak 3.217 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 1.030 unit angkot, 950 unit angkutan pedesaan (Angdes), 800 unit angkutan barang, 287 unit bus, 698 unit elf, dan 23 unit taksi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi Oktober Capai...
Inflasi Oktober Capai 0,12%, Kenaikan Tarif Angkutan Ikut Andil
10 Kota dengan Tarif...
10 Kota dengan Tarif Taksi Paling Mahal di Dunia, Nomor Satu Rp85.200 per Km
Jika Premium Dihapus,...
Jika Premium Dihapus, Tarif Angkutan Umum Bakal Naik
Siap-siap, Menhub Akan...
Siap-siap, Menhub Akan Naikkan Tarif Angkutan Umum
Wacana Tarif Berdasarkan...
Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
Naik Teman Bus Berbayar...
Naik Teman Bus Berbayar Mulai 31 Oktober, Segini Tarifnya
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
32 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved