IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.732-4.832
Selasa, 02 Juli 2013 - 08:28 WIB
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.732-4.832
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada pada support 4.732-4.755 dan resistance 4.816-4.832.
Berpola menyerupai advance block di atas middle bollinger bands (MBB). MACD naik terbatas naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terbatas kenaikannya di atas area oversold.
Bila menilik perdagangan hari sebelumnya, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG hanya kekurangan sentimen positif untuk dapat kembali bergerak di zona hijau.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.815,73 (level tertingginya) di pertengahan sesi kedua dan menyentuh level 4.747,98 (level terendahnya) di awal sesi pertama dan berakhir di level 4.777,45.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG yang melemah, namun masih mampu berada di atas target support kami (4.700-4.743) memperlihatkan bahwa sebenarnya masih ada dorongan beli, namun kurang didukung dengan sentimen yang ada," kata Reza.
Dorongan beli ini bisa saja kembali melemah bila dari sisi sentimen kurang mendukung dan IHSG mungkin saja kembali terkoreksi. Diharapkan rilis indeks manufaktur di AS dan Eropa bisa berikan sentimen positif.
Menurut Reza, lunasnya utang gap (4.562-4.620) dan (4.743-4.801) memang membuat IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. "Namun, seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana dengan adanya tambahan gap di level 4.621-4.644, maka membuat IHSG rentan sehingga mudah terkoreksi bila tidak didukung dengan sentimen yang ada," tutur dia.
Pada kenyataannya, IHSG harus menahan sementara potensi kelanjutan kenaikan tersebut setelah bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan tidak cukup berikan imbas kondusif bagi IHSG. Belum lagi masalah rilis data inflasi yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan masih defisitnya neraca perdagangan nasional membuat IHSG terkepung dalam suasana negatif.
Dari luar negeri, variatifnya laju bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa juga belum mampu mendukung peluang kenaikan IHSG. Indeks saham Asia bergerak variatif dimana HSI terdapat libur nasional. Indeks Nikkei mampu positif didukung rilis kenaikan signifkan Tankan business confidence index.
Berpola menyerupai advance block di atas middle bollinger bands (MBB). MACD naik terbatas naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terbatas kenaikannya di atas area oversold.
Bila menilik perdagangan hari sebelumnya, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG hanya kekurangan sentimen positif untuk dapat kembali bergerak di zona hijau.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.815,73 (level tertingginya) di pertengahan sesi kedua dan menyentuh level 4.747,98 (level terendahnya) di awal sesi pertama dan berakhir di level 4.777,45.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG yang melemah, namun masih mampu berada di atas target support kami (4.700-4.743) memperlihatkan bahwa sebenarnya masih ada dorongan beli, namun kurang didukung dengan sentimen yang ada," kata Reza.
Dorongan beli ini bisa saja kembali melemah bila dari sisi sentimen kurang mendukung dan IHSG mungkin saja kembali terkoreksi. Diharapkan rilis indeks manufaktur di AS dan Eropa bisa berikan sentimen positif.
Menurut Reza, lunasnya utang gap (4.562-4.620) dan (4.743-4.801) memang membuat IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. "Namun, seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana dengan adanya tambahan gap di level 4.621-4.644, maka membuat IHSG rentan sehingga mudah terkoreksi bila tidak didukung dengan sentimen yang ada," tutur dia.
Pada kenyataannya, IHSG harus menahan sementara potensi kelanjutan kenaikan tersebut setelah bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan tidak cukup berikan imbas kondusif bagi IHSG. Belum lagi masalah rilis data inflasi yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan masih defisitnya neraca perdagangan nasional membuat IHSG terkepung dalam suasana negatif.
Dari luar negeri, variatifnya laju bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa juga belum mampu mendukung peluang kenaikan IHSG. Indeks saham Asia bergerak variatif dimana HSI terdapat libur nasional. Indeks Nikkei mampu positif didukung rilis kenaikan signifkan Tankan business confidence index.
(rna)
Lihat Juga :