Ekspor Sumbar didominasi lemak dan minyak nabati

Selasa, 02 Juli 2013 - 19:50 WIB
Ekspor Sumbar didominasi...
Ekspor Sumbar didominasi lemak dan minyak nabati
A A A
Sindonews.com - Sejak Januari sampai Mei 2013 Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kontribusi ekspor terbesar di daerah ini adalah sektor industri, golongan barang lemak dan minyak hewan (nabati) serta produk karet dan barang dari karet.

"Sektor ini telah memberikan sumbangan senilai USD841,8 juta atau 93,05 persen dari total ekspor USD904,7 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat Yomin Tofri, di jalan Khatib Sulaiman Padang, Selasa (2/7/2013).

Untuk golongan lemak dan minyak hewan (nabati), kata Yomin telah menyumbangkan USD522,2 juta, golongan karet dan barang dari karet senilai USD273,3 juta. "Sektor berikutnya yang memberikan kontribusi ekspor di Sumbar adalah pertambangan dengan kontribusi USD38,5 juta atau 4,26 persen," imbuhnya.

Sektor berikutnya barang yang diekspor antara lain bahan bakar mineral senilai USD31 juta, kakao USD14.4 juta, sisa industri makanan USD18,3 juta, dan berbagai produk kimia sebesar USD8,8 juta.

Sementara ekspor bagian pertanian dan rempah-rempah ini masih kecil, untuk kopi, teh dan rempah-rempah hanya bisa menyumbangkan USD8,4 juta, garam, belerang dan kapur USD2 juta, buah-buahan USD4,9 juta, dan abu logam senilai USD7,5 juta.

Negara terbesar tujuan ekspor adalah India, Amerika Serikat, Singapura, Brasil, China, Italia, Selandia Baru, Polandia dan Thailand yang dimuat dari Pelabuhan Teluk Bayur. Namun kondisi tersebut menurut data BPS jika dibanding tahun 2012 dengan tahun terjadi penurunan ekspor Sumba

Seperti di India, kalau dibanding tahun Januari-Mei 2012 dengan Januari-Mei 2013 mengalami penurunan, tahun 2012 ekspor ke Negara tersebut USD333,8 juta, tapi tahun ini hanya USD301,2 juta, begitu juga di Amerika Serikat tahun 2012 ekspor Sumbar USD254,1, tahun ini turun menjadi USD233.

Yang menonjol pengurangan ekspor ke Singapura, kalau tahun 2012 ekspor bisa menembus USD149,1, tahun ini turun USD76,8 juta. Hal sama terjadi ekspor ke China dari USD109,5 juta turun menjadi USD72,8 juta.

Tapi ada juga yang naik, seperti ke Negara Brazil kalau tahun lalu dari bulan Januari sampai Mei hanya USD0,1 juta, tahun ini naik USD13,8 juta, begitu juga dengan negara tujuan lainnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
37 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
44 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved