Meski tekanan jual mereda, IHSG masih melemah
Kamis, 04 Juli 2013 - 08:06 WIB
Meski tekanan jual mereda, IHSG masih melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan bergerak melemah, meski tekanan jual mulai mereda.
"Untuk hari ini, kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Meski demikian, kami perkirakan tekanan jual akan mulai berkurang," kata Analis Riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (4/7/2013).
IHSG pada hari keempat pekan ini diproyeksi akan bergerak dalam kisaran support-resistance 4.510-4.630.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok signifikan menyusul kekhawatiran akan merambat naiknya inflasi yang akan memicu kenaikan suku bunga BI rate.
Ini akhibat mulai merangkak naiknya bahan pangan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menjelang bulan puasa dan Lebaran.
"Momentum puasa, lebaran, serta tahun ajaran baru pada bulan ini juga merupakan pemicu lonjakan inflasi setiap tahun," ujarnya.
Kekhawatiran akan kenaikan bunga ini juga mulai tercermin pada naiknya imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) sebesar 5,4 basis poin menjadi 6,498. Level ini merupakan tertinggi sejak 22 September 2011.
"Untuk hari ini, kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Meski demikian, kami perkirakan tekanan jual akan mulai berkurang," kata Analis Riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (4/7/2013).
IHSG pada hari keempat pekan ini diproyeksi akan bergerak dalam kisaran support-resistance 4.510-4.630.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok signifikan menyusul kekhawatiran akan merambat naiknya inflasi yang akan memicu kenaikan suku bunga BI rate.
Ini akhibat mulai merangkak naiknya bahan pangan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menjelang bulan puasa dan Lebaran.
"Momentum puasa, lebaran, serta tahun ajaran baru pada bulan ini juga merupakan pemicu lonjakan inflasi setiap tahun," ujarnya.
Kekhawatiran akan kenaikan bunga ini juga mulai tercermin pada naiknya imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) sebesar 5,4 basis poin menjadi 6,498. Level ini merupakan tertinggi sejak 22 September 2011.
(rna)
Lihat Juga :