Ketersediaan pangan RI didominasi impor

Kamis, 04 Juli 2013 - 17:27 WIB
Ketersediaan pangan...
Ketersediaan pangan RI didominasi impor
A A A
Sindonews.com - Kebijakan impor pangan dinilai lebih berpihak pada pengusaha dan importir dibanding pada petani. Karena itu, pemerintah disarankan untuk segera mengurangi kebijakan impor pangan, meskipun kebijakan impor untuk meningkatkan ketersediaan pangan.

"Kebijakan impor pangan perlu segera ditinjau kembali, karena pemerintah terkesan tidak ada usaha untuk menghentikan dan mengurangi impor pangan. Kondisinya saat ini ketersediaan pangan di masyarakat didominasi pangan impor. Ini bukti kedaulatan dan kemandirian pangan belum ditegakkan," ujar Peneliti Pusat Pangan dan Gizi UGM, Umar Santoso di UGM, Kamis (4/7/2013).

Menurutnya, penyebab membanjirnya pangan impor karena masih minimnya komitmen pemerintah untuk menegakkan kedaulatan pangan. Padahal, faktor utama jika pemerintah ingin menegakkan kedaulatan pangan di negeri ini adalah political will yang kuat.

Selain itu, lanjut Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini, diperlukan upaya peningkatan luasan lahan pangan dan pengembangan industri hulu dan industri hilir pertanian.

Dia memaparkan, selain persoalan pangan, ketersediaan pangan dalam bentuk kalori pun belum merata, bahkan akses masyarakat terhadap pangan masih sangat buruk.

Umar mengatakan, sekitar 48 persen penduduk kelebihan asupan kalori, sementara 26 persen penduduk kekurangan kalori, karena faktor kemiskinan. Rendahnya aksesibilitas pangan tersebut mengancam penurunan komsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

"Kekurangan asupan gizi ini mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan kesehatan," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
46 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved