Obligasi Spanyol dan Italia naik untuk pekan kedua

Sabtu, 06 Juli 2013 - 16:14 WIB
Obligasi Spanyol dan...
Obligasi Spanyol dan Italia naik untuk pekan kedua
A A A
Sindonews.com - Obligasi Spanyol dan Italia naik untuk minggu kedua, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan sinyalemen akan mempertahankan suku bunga rendah, mendorong permintaan aset di wilayah euro berimbal hasil lebih tinggi.

Catatan dua tahun Jerman naik, setelah Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan, bahwa bank sentral berencana mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang panjang.

Obligasi Eropa mengupas keuntungan mingguan setelah laporan pekerjaan AS meningkat, memicu spekulasi Federal Reserve (Fed) kembali pada skala stimulus.

Obligasi Portugal turun untuk minggu ketujuh atas kekhawatiran pengunduran diri dua menteri akan menggagalkan upaya mengatasi defisit anggaran.

"Draghi berjanji (pekan ini) akan memberikan dukungan untuk sebagian obligasi di kawasan, dalam waktu dekat," kata Richard McGuire, ahli strategi pendapatan tetap Rabobank International, London, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (6/7/2013).

Dua tahun yield catatan Jerman turun delapan basis poin menjadi 0,11 persen setelah mencapai 0,08 persen pada 4 Juli, terendah sejak 6 Juni. Tingkat 10 tahun sedikit berubah pada 1,72 persen.

Obligasi Portugal 10 tahun turun dengan yield naik 68 basis poin menjadi 7,13 persen. Angka ini naik menjadi 8,11 persen pada 3 Juli, tertinggi sejak 21 November 2012.

Obligasi Italia mungkin didukung sebelum laporan minggu depan yang diperkirakan ekonom akan menunjukkan produksi industri negara terbesar ketiga di kawasan euro itu diperluas pada Mei, setelah jatuh selama tiga bulan berturut-turut.

Output industri Italia naik 0,3 persen usai mengalami kontraksi 0,3 persen pada April, menurut estimasi median analis yang disurvei Bloomberg. Sementara obligasi Spanyol kembali 5,8 persen tahun ini, obligasi Jerman turun 1,2 persen dan sekuritas Portugal kehilangan 1,1 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
Mengapa Jerman Dijuluki...
Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
2 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
2 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
3 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
6 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
6 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved